Rupiah Melemah 0,62% pada Akhir Penutupan Perdagangan Jumat 29 Agustus 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat pelemahan rupiah pada penutupan perdagangan antarbank pada Jumat (29/8/2025). Pada penutupan hari ini, dolar Amerika Serikat (AS) perkasa terhadap Mata Uang Garuda di level Rp 16.461 per US$. Rupiah melemah 105 poin atau terkontraksi 0,62% dari penutupan Kamis sore (28/8/2025).
Data Bloomberg menunjukkan penguatan dolar indeks atau DXY sebesar 0,11% menjadi 97,91. Dolar AS perkasa di hampir semua mata uang negara-negara termasuk terhadap Euro sebesar 0,02% dan Poundsterling sebesar 0,28%.
Di Asia, dolar AS menguat terhadap yuan China sebesar 0,03%. Sementara itu, dolar AS menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,04%, won Korea Selatan sebesar 0,50%, peso Filipina sebesar 0,05%, dan dolar Singapura sebesar 0,16%.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan penguatan DXY terjadi karena data ekonomi AS menunjukkan penguatan melebihi proyeksi. Pasar tenaga kerja AS menguat seiring menurunnya warga yang mengajukan tunjangan pengangguran.
“PDB kuartal II-2025 menunjukkan ekspansi tahunan sebesar 3,3%, melampaui proyeksi 3,1% dan naik dari 3% pada kuartal sebelumnya,” kata Ibrahim, dalam keterangan resminya, Jumat (29/8/2025).
Sementara itu, klaim pengangguran awal turun menjadi 229.000, lebih baik dari konsensus 230.000 dan turun dari revisi 234.000.
Baca Juga
Di dalam negeri, Ibrahim mengatakan tensi politik yang memanas akibat demonstrasi yang menuntut polisi mengusut pelaku penabrakan ojek online (ojol) dengan kendaraan taktis (rantis). Insiden tersebut menewaskan ojol bernama Affan Kurniawan.
Birokrasi yang kental dengan kolusi dan nepotisme, membuat kecemburuan tersendiri bagi para profesional. Kondisi ini membuat pasar apatis terhadap perpolitikan Indonesia.
Ibrahim memproyeksikan perdagangan rupiah pada Senin (1/9/2025) masih bergerak fluktuatif.
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.490 hingga Rp 16.520 per US$” kata dia.

