Mata Uang Asia Kompak Menguat, Rupiah Ikut Menghijau
Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Setelah The Fed Gunting Suku Bunga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 30 poin atau 0,18% di Rp 16.658 per dolar AS pada Kamis (11/12/2025) pagi seiring melemahnya indeks dolar AS atau DXY sebesar 98,57.
Penguatan juga terjadi di sejumlah mata uang negara-negara Asia. Yen Jepang menguat 0,28% terhadap dolar AS, yuan China menguat 0,09%, ringgit Malaysia menguat 0,3%, dan dolar Singapura terhadap 0,02%, serta baht Thailand 0,17%.
Baca Juga
Rupiah Terkapar di Rp 16.646 per US$ Imbas Menguatnya Ekspektasi Pemangkasan The Fed
Penguatan euro Uni Eropa terhadap dolar AS sebesar 0,04%. Sementara itu, poundsterling Britania Raya mengalami pelemahan sebesar 0,04% dan rupee India melemah 0,09%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menyatakan pemangkasan suku bunga bank sentral AS, The Fed sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 3,5% hingga 3,75% pada Desember 2025 memberikan dampak pada rupiah. Pemangkasan ini menjadi yang terendah sejak 2022. “Komite tetap terbelah, dengan tiga anggota kembali menolak pemangkasan, suatu hal yang terakhir terjadi pada September 2019,” ujar Andry.
Baca Juga
Dari sisi produk domestik bruto (PDB), The Fed merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada 2025 dan 2026. Inflasi harga diperkirakan lebih rendah tahun ini sebesar 2,9% dan 2026 sebesar 2,4%. Adapun tingkat pengangguran tetap sama di 4,5% untuk 2025 dan 4,4% pada 2026.
Ketua the Fed, Jerome Powell menekankan bahwa fokus bank sentral menghentikan pemotongan, menurunkan sedikit, atau memotong lebih dari sedikit, dengan tidak ada rencana kenaikan suku bunga.

