Mandiri BFN Fest 2025 Resmi Dibuka, Dorong Penguatan Ekosistem Fintech
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) bersama Bank Mandiri selaku official banking partner dan Privy sebagai official digital trust provider, dengan dukungan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama 11 kementerian/lembaga, resmi membuka Mandiri BFN (Bulan Fintech Nasional) 2025. Acara berlangsung pada 10-11 Desember 2025.
Ketua Umum Aftech Pandu Sjahrir mengungkapkan, Mandiri BFN Fest 2025 ini diikuti 90 kontributor dan 90 mitra asosiasi industri dari dalam dan luar negeri, termasuk organisasi internasional. Sepanjang penyelenggaraannya, lebih dari 90 program edukasi dan penguatan kapabilitas industri dihadirkan, juga membuka lebih dari 160 peluang kerja.
“Fintech bukan hanya soal investasi, tapi bagaimana inovasi memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor riil. Mandiri BFN Fest menjadi ruang kolaborasi terbesar untuk memperluas edukasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta memastikan layanan fintech berkembang secara aman, bertanggung jawab, dan berdampak bagi ekonomi,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga
Perkuat Tata Kelola dan Integritas Fintech, Aftech Sahkan Kode Etik Terintegrasi 2025
Sebagai mitra pemerintah dalam memperluas ekonomi digital nasional, Bank Mandiri memandang Mandiri BFN Fest 2025 sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara sektor perbankan, fintech, regulator, dan pelaku industri.
Corporate Secretary Bank Mandiri Andhika Vista mengatakan, pihaknya berupaya mengakselerasi pemanfaatan layanan keuangan digital yang aman, inklusif, serta mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat.
Melalui kapabilitas teknologi yang terus ditingkatkan dan jaringan layanan yang terintegrasi, bank berkode saham BMRI tersebut turut mendorong digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pembiayaan produktif, dan inovasi layanan pembayaran untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan finansial.
“Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, kami berharap festival ini melahirkan lebih banyak kerja sama yang mendorong pertumbuhan ekonomi, digitalisasi UMKM, perluasan lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Andhika.
Baca Juga
AI BigBox Bantu Fintech Percepat Verifikasi Identitas Pelanggan Lewat e-KYC Andal
Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK Rizal Ramadhani mengapresiasi gelaran ini. Sebab, menempatkan isu transformasi digital dan pelindungan konsumen sebagai salah satu agenda utama, khususnya di tengah meningkatnya kejahatan digital.
“Yang sangat penting adalah sinergi dan kolaborasi, baik antar otoritas, kementerian/lembaga, maupun sektor publik dan privat. Jadi kita bersama-sama melakukan sinergi sehingga bisa menangkal efek yang tidak baik,” ucap Andhika.

