Rupiah Menguat Tipis pada Jumat Pagi di Posisi Rp 16.726 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (21/11/2025) pukul 09.57 WIB. Rupiah menguat 15 poin ke level Rp 16.721 per US$.
Pada perdagangan pagi ini di pasar spot, Bloomberg mencatat dolar AS melemah di hampir seluruh mata uang. Dolar AS melemah 0,06% terhadap yen Jepang, terhadap yuan China juga melemah 0,06%, dan terhadap won Korea Selatan juga melemah 0,04%, serta terhadap ringgit melemah 0,38%.
Dolar AS juga melemah terhadap dua mata uang utama yaitu euro Uni Eropa dan poundsterling Britania Raya. Terhadap euro, dolar AS melemah 0,07% dan terhadap poundsterling melemah 0,04%.
Baca Juga
Sementara itu, dolar AS masih menguat terhadap rupee India sebesar 0,13%. Dolar AS juga menguat 0,02% terhadap baht Thailand.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro melihat pelemahan dolar AS dipengaruhi menurunnya indeks dolar AS sebesar 0,07 basis poin (bps) ke 100,16.
“Ini karena investor mencermati beragam data tenaga kerja AS dan meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed pada Desember. Dolar AS sempat menguat sebelum rilis laporan pekerjaan bulan September yang tertunda,” kata Andry.
Andry melihat kondisi pasar melihat the Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada Desember 2025. Ini terjadi karena munculnya data ketenagakerjaan AS, yang sempat tertunda, menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih kuat dari perkiraan.
Baca Juga
Data menunjukkan nonfarm payrolls, naik 119.000 dan tingkat pengangguran meningkat sedikit menjadi 4,4% menandakan pasar tenaga kerja yang masih cukup tangguh.
Dari dari dalam negeri, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun naik 2,6 bps ke 6,17%. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah dalam dolar AS 10 tahun tidak berubah di 5%.
Kondisi AS yang masih bergerak tidak stabil membuat rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.705 hingga Rp 16.775 per US$.

