Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Masih Moderat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pelemahan rupiah sampai dengan 14 November 2025 dalam kondisi moderat. Mata Uang Garuda tercatat melemah 3,7% year to date (ytd).
“Ini tergolong moderat,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi November 2025, di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Purbaya membandingkan pelemahan nilai tukar rupiah dengan mata uang Argentina dan Turki. Depresiasi yang terjadi di Turki mencapai 19,6% ytd dan Argentina mencapai pelemahan 36,1% ytd.
Selama periode ini, indeks dolar AS atau DXY tercatat melemah 8,5% ytd. Mata uang yang mengalami apresiasi yaitu Rusia dengan kenaikan 28,5% ytd, Brasil dengan kenaikan 14,2% ytd, dan Meksiko sebesar 12,1% ytd, serta Uni Eropa yang naik 10,9% ytd.
“Stabilitas nilai tukar terus dijaga dengan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam forum KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan)” kata dia.
Baca Juga
Rupiah Melemah ke Rp 16.736 per US$, Jelang Pengumuman APBN Edisi November 2025
Sementara itu, untuk pasar saham sebagian besar indeks saham global tumbuh solid. Pasar saham di Korea Selatan tumbuh 67,2% ytd, Afrika Selatan tumbuh 33,2% ytd, dan Brasil tumbuh 31,1% ytd.
“Sementara itu, IHSG tumbuh 18,2% ytd yang tergolong kinerja kuat. Ini didukung aliran investor dan membaiknya ekspektasi pertumbuhan domestik,” kata dia.
Untuk pasar obligasi, ketidakpastian global masih dinamis. Terjadi reposisi investor asing. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) turun signifikan.
“SBN Indonesia turun 85,6 basis poin (bps) ytd. Ini menunjukkan iklim investasi domestik masih terus kuat dengan pasar semakin dalam dan investor domestik makin mapan,” ujar dia.

