Industri Asuransi Disebut Jadi Target Serangan Siber, Begini Upaya Antisipasi dari Tugu Insurance
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Saat ini industri asuransi disebut menjadi sektor yang kini menjadi salah satu target utama serangan siber karena menyimpan data sensitif seperti identitas, riwayat kesehatan, dan keuangan nasabah.
Menanggapi hal itu, Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance (TUGU) Adi Pramana mengungkapkan, pihaknya telah memiliki unit khusus yang menangani terkait perlindungan data pribadi (PDP).
”Kami tentu memperkuat juga, kita ada arahan juga dari induk supaya memperkuat terhadap (ancaman) serangan siber, dan sudah kita budget-kan juga secara bertahap,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Media Meet Up Tugu Insurance, di Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Baca Juga
Tugu Insurance Pertahankan Kinerja Solid di Tengah Dinamika Industri Asuransi
Selain itu, lanjut Adi, Tugu Insurance juga telah mengantongi sertifikasi ISO 27001, yakni standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan sistem manajemen keamanan informasi (SMKI).
Sertifikasi ini sendiri bertujuan untuk memastikan bahwa organisasi memiliki sistem yang efektif untuk mengelola risiko keamanan informasi secara terstruktur dan berbasis risiko.
Setali tiga uang, Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Tugu Insurance Fitri Azwar mengatakan, sertifikasi ini menjadi sebuah pengakuan atas standar dari komitmen pihaknya dalam memperkuat standar keamanan informasi.
”Pastinya yang sudah kita terapkan di Tugu Insurance dalam menjamin aspek kerahasiaan, confidentiality, keutuhan data, integritas, dan juga ketersediaan availability informasi yang dibutuhkan kita sebagai public company,” katanya.
Dengan sertifikasi ISO 27001 ini, lanjut Fitri, menjadi bukti nyata bahwa Tugu Insurance melakukan praktik terbaik dalam mengelola risiko keamanan informasi, memastikan kerahasiaan, dan menjaga reputasi.
“Dengan ini juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap tugu Insurance sebagai mitra yang paling dipercaya dan paling kompetitif,” ucapnya.
Baca Juga
Raih Rp 594 Miliar di Kuartal III 2025, Tugu Insurance (TUGU) Lampaui 85% Laba 2024
Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut industri asuransi menjadi sektor yang kini menjadi salah satu target utama serangan siber karena menyimpan data sensitif seperti identitas diri, riwayat kesehatan, dan keuangan nasabah.
“Keamanan siber harus menjadi prioritas utama di industri yang sangat bergantung pada kepercayaan publik seperti asuransi,” ujar dia.

