Inovasi Digital dan Islamic Ecosystem Kerek Fee Based Income BSI Naik 32,58% di 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan signifikan untuk pendapatan berbasis komisi atau fee based income sebesar 32,58% secara year on year (yoy) menjadi Rp 5,51 triliun di 2024. Pertumbuhan ini oleh didorong oleh strategi inovasi digital dan optimalisasi potensi islamic ecosystem.
“Langkah-langkah inovasi yang dilakukan untuk membuka potensi bisnis yang lebih luas serta transformasi digital telah memberikan dampak yang besar terhadap keberhasilan perusahaan dalam menjaga tren pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan,” ujar Direktur Utama BSI Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja 2024 BSI secara daring, Kamis (6/2/2025).
Menurutnya, salah satu faktor utama pendorong kenaikan fee based income BSI adalah pengembangan bisnis emas dan haji. BSI berhasil menggali potensi besar dari kedua sektor ini, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pembiayaan dan transaksi perbankan syariah.
Baca Juga
Ini Faktor Pemicu Laba BSI (BRIS) Tumbuh 22,83% Jadi Rp 7 Triliun di 2024
“Kami berhasil menggali potensi dari bisnis emas dan haji. Bisnis emas ini menjadi unique product BSI dan juga sebuah golden opportunity,” kata Hery.
Inovasi yang dilakukan perseroan, lanjut dia, dilakukan dengan membuka keran potensi baru dari bisnis emas, baik gadai dan cicil emas yang memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pembiayaan.
Hingga Desember 2024, bisnis emas BSI mencapai Rp 12,82 triliun atau tumbuh 78,17% (yoy), ditopang oleh produk cicil emas yang melesat 177,42% (yoy) menjadi Rp 6,40 triliun dan produk gadai emas yang naik 31,33% menjadi Rp 6,42 triliun.
“Basis nasabah bisnis emas juga berkembang, dengan nasabah gadai emas tumbuh 11% (yoy) dan nasabah cicil emas naik 81% (yoy),” ucap Hery.
Baca Juga
Di sisi bersamaan, BSI juga terus mendorong pertumbuhan tabungan haji melalui platform digital. Dari lini ini, perseroan mencatatkan tren kenaikan jumlah nasabah tabungan haji menjadi 5,6 juta di akhir tahun lalu.
“Seiring dengan kenaikan jumlah penabung di segmen haji, saldo tabungan haji juga menunjukkan tren peningkatan menjadi Rp 1,45 triliun pada akhir 2024,” kata Hery.

