Begini Jurus Asuransi Astra Jaga Rasio Klaim Kesehatan
JAKARTA, investortrust.id - Seiring dengan terus meningkatnya inflasi medis global, tak terkecuali di Indonesia, mengerek naik rasio klaim kesehatan di industri asuransi, termasuk asuransi umum. Untuk menjaga rasio klaim kesehatan tetap terjaga, PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) memiliki sejumlah strategi.
Marketing, Commercial & Health Business Director Asuransi Astra Indah Octavia mengungkapkan, tantangan besar yang dihadapi industri asuransi kesehatan saat ini adalah profitabilitas, yang erat kaitannya dengan rasio klaim.
“Seperti yang kita ketahui memang inflasi medis di Indonesia juga tinggi ya. Kita berada di kisaran 80%-90% (rasio klaim kesehatan), kurang lebih sama dengan market,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, di acara ‘The Launching of Express Discharge’ dari Garda Medika, di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Baca Juga
Indah tidak memungkiri jika naiknya inflasi medis menjadi tantangan besar yang memengaruhi rasio klaim asuransi kesehatan secara industri. Untuk menjaga rasio klaim agar tak semakin melambung, Asuransi Astra selalu melakukan kontrol terhadap klaim itu sendiri.
“Dibantu dengan beberapa inovasi tanpa mengurangi pelayanan kepada customer,” katanya.
Selain itu, lanjut Indah, Asuransi Astra juga terus melakukan inovasi digital, misalnya menjalin kerja sama business to business (B2B) dengan sejumlah rumah sakit (RS) sehingga bisa mendapatkan informasi yang konkret mengenai biaya.
“Dan kita juga dilengkapi di bagian operasional kami itu adalah tim paramedis yang cukup mempunyai knowledge terhadap medis,” ucapnya.
Baca Juga
“Sehingga harapannya kami dapat melihat dan mengontrol klaim itu sendiri tanpa mengurangi pelayanan kepada customer dengan inovasi digital,” sambung Indah.
Sekadar informasi, hingga saat ini rasio klaim kesehatan di industri asuransi umum masih terbilang tinggi. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, rasio klaim kesehatan secara industri sebesar 63,4% di semester I 2025.
Capaian ini membaik ketimbang periode yang sama tahun lalu yang berada di posisi 71,7%.

