Asuransi Astra Sebut Bisnis Asuransi Kesehatan Hadapi Tantangan, Tapi Optimistis Prospek ke Depan Cerah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) optimistis prospek bisnis asuransi kesehatan di Indonesia masih tetap cerah di tengah sejumlah tantangan. Perusahaan menilai segmen asuransi kesehatan, khususnya untuk korporasi atau kumpulan (employee benefit), masih punya potensi pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun ke depan.
President Director Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus mengungkapkan, bisnis asuransi kesehatan telah menjadi salah satu pilar utama perusahaan sejak diluncurkan pada 2008 silam. Saat ini, kontribusi premi dari lini bisnis ini mencapai 20% dari total premi.
“Asuransi kesehatan memang kita mulai sejak 2008, saat itu memang sumbangannya juga belum terlalu besar. Tapi sekarang kita sudah bisa katakan ini menjadi salah satu pilar (usia) 17 tahun. Jadi kurang lebih sekitar secara kontribusi preminya itu sekitar 20%-an diversifikasi kami,’ ujarnya dalam acara ‘The Launching of Express Discharge’ dari Garda Medika, di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Baca Juga
Penuhi Aturan Dewan Penasihat Medis, Asuransi Astra Masih Kaji 2 Opsi Ini
Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Maximiliaan menyebut, peluang pertumbuhan bisnis asuransi kesehatan masih terbuka lebar, terutama di segmen korporasi. Terlebih, tingkat kesadaran terhadap asuransi di sektor korporasi jauh lebih tinggi dibandingkan segmen ritel.
“Bisa dikatakan, masalahnya di Indonesia itu penetrasi asuransi sebenarnya sangat kecil, tapi itu untuk ritel yang mana awareness terhadap industri masih sangat rendah. Tapi kalau kita bilang sektor korporasi, awareness terhadap asuransi itu besar, lebih tinggi daripada ritel,” katanya.
Ia menambahkan, pertumbuhan asuransi kesehatan nasional juga menunjukkan tren yang solid. Dari sisi industri, lini bisnis ini berada di posisi ketiga terbesar setelah asuransi properti dan kendaraan bermotor, dengan pertumbuhan double digit.
“Masih tumbuh double digit di industri. Kurang lebih Asuransi Astra juga akan meng-capture pertumbuhan industri,” ucap Maximiliaan.
Baca Juga
Asuransi Astra Raih Corporate Reputation Award dan Indonesia PR of The Year
Sementara itu, Marketing, Commercial & Health Business Director Asuransi Astra Indah Octavia menambahkan, kunci kekuatan pihak di segmen korporasi terletak pada kemampuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan setiap perusahaan mitra.
“Untuk segmen korporasi atau kumpulan, memang yang menjadi keunikan adalah memang kita mampu berkoordinasi dengan pihak company, pihak customer, yaitu HRD dalam membentuk sebuah produk yang memang custom. Kalau di individu atau ritel kan mungkin produknya standar,” ujarnya.
Asuransi Astra, lanjut Indah, terus memperkuat diferensiasi layanan melalui berbagai inovasi agar mampu memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan korporasi dan seluruh karyawan mereka.
Di kesempatan yang sama, Operation Director Asuransi Astra Hendry Yoga mengatakan, tantangan terbesar bisnis asuransi kesehatan justru terletak pada profitabilitas. Margin keuntungan di lini bisnis ini relatif tipis, sementara volume transaksi yang ditangani sangat besar.
“Uniknya di segmen ini adalah jualannya b2b (business to business), kita jualnya itu perusahaan-perusahaan, tapi services-nya ritel. Bisa dilihat kan perusahaannya dari 152, orangnya 390.000, sehingga transaksi bulanan yang dilayani itu ratusan ribu,” katanya.
Untuk menjaga efisiensi dan meningkatkan kontrol, Asuransi Astra mengandalkan transformasi digital melalui ekosistem teknologi yang terintegrasi. Melalui digitalisasi, perusahaan menghadirkan produk diferensiasi seperti e-appointment, e-claim, hingga e-consultation.
“Pada saat yang sama, karena dia ada di digital ekosistem maka terjadi efisiensi. Karena yang meng-handle transaksi yang banyak itu tidak dibutuhkan terlalu banyak resources. Pada saat yang sama, kami meningkatkan kontrol terhadap klien, sehingga semoga cost klaimnya akan turun yang bisa mendorong profitabilitas lebih sustainable,” ucap Hendry.

