OJK Optimistis Kinerja Pindar Tumbuh Positif di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja industri pinjaman daring (pindar) tetap tumbuh positif hingga akhir 2026 seiring penguatan regulasi serta peningkatan permodalan yang mendorong konsolidasi dan perbaikan tata kelola industri.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengungkapkan, penguatan struktur industri menjadi fokus utama OJK agar pertumbuhan sektor ini tetap sehat dan berkelanjutan.
“Industri pindar diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir 2026,” ujar Agusman dalam jawaban tertulis, belum lama ini.
Data OJK menunjukkan, pendanaan produktif dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang masih berjalan (outstanding) pada Januari 2026 meningkat 32,52% secara bulanan (month to month/mtm) menjadi Rp 33,30 triliun. Nilai tersebut setara dengan 33,80% dari total outstanding industri pindar.
Baca Juga
“Peningkatan ini mencerminkan dorongan berkelanjutan untuk memperbesar kontribusi pindar pada sektor produktif,” kata Agusman.
Dari sisi profitabilitas, menurut Agusman, akumulasi laba industri pindar sepanjang 2025 tercatat Rp 2,27 triliun. Sedangkan pada Januari 2026, industri ini membukukan laba Rp 158,33 miliar.
“Kinerja tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan yang tetap positif pada 2026, dengan tetap mengedepankan antara lain penguatan manajemen risiko dan kualitas pembiayaan,” ucap Agusman.
TWP90 di Atas 5%
Meski begitu, OJK juga mencatat masih terdapat sejumlah penyelenggara yang memiliki tingkat risiko pembiayaan di atas batas yang ditetapkan. Hingga Januari 2026, terdapat 18 penyelenggara pindar dengan tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) di atas 5%, yang sebagian didominasi oleh penyaluran pada sektor produktif.
“Terhadap penyelenggara yang melampaui batas, kami telah melakukan pengawasan sesuai ketentuan, antara lain pembinaan, permintaan rencana aksi perbaikan, dan pengenaan sanksi administratif,” tutur Agusman.
Ia menambahkan, pendekatan pengawasan tersebut diterapkan kepada seluruh penyelenggara, termasuk pindar berbasis syariah, dengan fokus pada perbaikan manajemen risiko, peningkatan kualitas pendanaan, serta penguatan tata kelola.
Baca Juga
OJK: Ada 9 Pindar Belum Penuhi Ekuitas Minimum dan 24 Pindar Punya TWP90 Diatas 5%
Agusman menjelaskan, momentum Ramadan hingga menjelang Lebaran adalah periode yang biasanya mendorong peningkatan penyaluran pembiayaan pindar. Berdasarkan data historis, penyaluran pembiayaan pada Maret 2024 tumbuh 8,9% (mtm), sedangkan pada Maret 2025 meningkat 3,8%.
“Hal ini menunjukkan periode Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum peningkatan penyaluran pembiayaan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta tambahan modal kerja UMKM secara musiman,” papar dia.
Agusman menekankan pentingnya menjaga kualitas pendanaan agar pertumbuhan tersebut tetap sehat. Industri pindar diperkirakan mampu menjaga TWP90 (tingkat wanprestasi 90 hari) di bawah 5%.
“Untuk itu, diperlukan antara lain penguatan credit scoring dan verifikasi borrower agar pertumbuhan selama momentum Lebaran tetap sehat dan berkelanjutan,” ucap Agusman.

