Didorong Minat Tinggi, HSBC Sebut Prospek Wealth Management Asuransi Masih Cerah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - HSBC Indonesia optimistis prospek bisnis wealth management, khususnya produk asuransi, masih cerah di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi. Tren ini didorong oleh minat tinggi nasabah, baik terhadap produk unit link maupun produk tradisional.
Head of Networks Sales and Distribution HSBC Indonesia Sumirat Gandapraja mengungkapkan, asuransi kini dipandang bukan hanya sebagai instrumen investasi, melainkan juga proteksi jangka panjang. Ia menilai tren minat masyarakat terhadap produk asuransi tradisional mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
“Sebelumnya unit link itu benar-benar diminati. Menarik karena ada proteksi dan juga bisa terus bertumbuh. Tapi seiring berjalannya waktu, nasabah itu lebih senang untuk yang lebih pasti. Akhirnya mulai beralih ke tradisional,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Media Briefing: Survei HSBC Affluent Investor Snapshot 2025, di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Baca Juga
HSBC Sebut Saham Indonesia Masih Menarik, Kenaikan Didukung Dana Domestik dan Sektor Energi
Meski terjadi pergeseran, lanjut Sumirat, tapi tidak seluruh nasabah HSBC beralih ke produk tradisional. Karena dengan keunggulan proteksi dan investasi yang ditawarkan, produk unit link masih diminati hingga saat ini.
“Saya melihat bahwa penyaluran insurance di HSBC setiap tahun tumbuh dengan sangat baik, lebih dari 20%, tentunya itu menunjukkan bahwa minat dari asuransi terus meningkat,” katanya.
Sementara itu, International Wealth and Personal Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan, penetrasi asuransi di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara lain. Kondisi ini tentunya memiliki potensi yang besar.
“Penetrasi asuransi di Indonesia itu paling kecil dibandingkan negara-negara lain, kalau tidak salah sekitar 3%-5%. Itu yang membuat kesempatan untuk populasi yang sebegitu besar, untuk bisa melanjutkan keyakinan bahwa asuransi itu penting banget,” ucapnya.
Baca Juga
“Asuransi adalah salah satu pilar (penting) menurut saya karena penetrasinya yang masih rendah di Indonesia, dan peluang tumbuh selama tiga tahun ini kita percaya akan menjadi salah satu pilar utama untuk salah satu pilihan investasi,” sambung Lanny.
HSBC melihat, kata dia, terjadi evolusi kebutuhan nasabah dalam 20 tahun terakhir, di mana permintaan semakin bergeser ke arah solusi menyeluruh. Mulai dari proteksi kesehatan hingga perencanaan keuangan jangka panjang.

