Minat Investor Beli Obligasi Tinggi, CIMB Niaga (BNGA) Bidik Wealth Management Rp 70 Triliun di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membidik nilai transaksi investasi sebesar Rp 70 triliun pada 2024. Angka tersebut setara dengan pertumbuhan dua digit, dibandingkan tahun lalu dengan AUM wealth management & Bancassurance Rp 68,4 triliun.
Head of Preferred, Wealth, and Insurance Business CIMB Niaga Ariteguh Arief menyebutkan, per Juli 2024, jumlah transaksi investasi melalui CIMB Niaga telah mencapai Rp 63 triliun.
“Dari segi produk wealth management, CIMB Niaga targetkan pertumbuhan dua digit dari segi portofolio. Sekarang itu kami ada Rp 63 triliun estimasi. Kami nomor tiga di perbankan, setelah Bank Mandiri dan BCA,” ujar Ari usai Media Gathering #GetWealthSoon di Noice Space Jakarta, Selasa (6/8/24).
Baca Juga
Gandeng Pegadaian, CIMB Niaga (BNGA) Garap Bisnis Tabungan Emas
Manajemen optimistis, target tersebut tercapai, karena minat nasabah terhadap investasi pada produk obligasi dipercaya tinggi, mengikuti level suku bunga acuan yang juga belum diturunkan.
Sedangkan produk investasi yang paling laku di CIMB Niaga adalah obligasi. Dalam satu bulan, transaksi pembelian obligasi melalui perseroan mencapai Rp 2 triliun dari transaksi digital maupun melalui kantor cabang bank.
Sebagai sentimen kedua, kondisi ekonomi juga diwarnai momen pergantian pemimpin di sejumlah negara.
Dengan begitu, sikap wait and see nasabah turut membuat obligasi lebih diminati karena dianggap aman, terutama obligasi pemerintah.“Obligasi itu selain aman dan dijamin pemerintah, kalau untuk kebutuhan konsumtif bisa jadi agunan back to back,” tambah Ari.
Baca Juga
CIMB Niaga (BNGA) Bidik Pertumbuhan KPR Hijau 20% Tahun 2024
Di posisi kedua, produk investasi yang paling diminati nasabah CIMB Niaga adalah reksadana dengan jumlah sekitar Rp 1 triliun dalam waktu satu bulan.
Guna melayani berbagai pilihan investasi digital, CIMB Niaga meluncurkan inisiatif #GetWealthSoon. Melalui #GetWealthSoon, CIMB Niaga memperkenalkan berbagai pilihan investasi digital di aplikasi mobile banking OCTO Mobile dan internet banking OCTO Clicks.
Investasi dimaksud terdiri atas reksa dana, obligasi yaitu SBN Retail dan sekunder, serta pembukaan rekening valuta asing (valas) dengan pilihan 14 mata uang asing. “Sejak campaign #GetWealthSoon saya lihat transaksi naik cukup signifikan.
Baca Juga
OJK Telisik Apakah Ada atau Tidak Tindakan Insider Trading Dua Saham Milik Prajogo Ini
Mutual fund (reksadana) naik empat kali lipat. Bonds (obligasi) juga kenaikannya cukup luar biasa karena hanya melalui digital. Tiap batch itu minimum Rp 600 miliar untuk pengumpulan dana di IPO bonds,” jelas Ari.
Sementara itu, Head of Digital Banking, Branchless, and Partnership CIMB Niaga Lusiana Saleh menambahkan, #GetWealthSoon turut melengkapi sederet kemudahan investasi digital lewat OCTO Mobile dan OCTO Clicks.
Kemudahan dimaksud, termasuk pengenalan profil risiko dan pembuatan single investor identification (SID), serta bebas biaya transaksi reksa dana untuk lima manajer investasi pilihan.
Nasabah juga bisa membandingkan performa hingga lima reksa dana menggunakan OCTO Clicks.“Secara digital, transaksi kami 94% transaksi digital di seluruh bank. Secara investasi reksadana hampir 80%. Jadi sudah cukup tinggi literasi digitalisasi nasabah kami di CIMB,” tutur Lusiana.

