RDG Bank Indonesia Dimulai, Rupiah Tertekan ke Level Rp 16.198 per Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah pada perdagangan Selasa (19/8/2025) pagi, bertepatan dengan dimulainya rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI) periode 19-20 Agustus 2025.
Bloomberg merilis kurs rupiah melemah 29,5 poin (0,18%) ke level Rp 16.198 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan indeks dolar AS (DXY) menguat 0,05% ke level 98,2 poin.
Pada RDG periode 15-17 Juli 2025 lalu, BI memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25. Penurunan ini didasarkan inflasi dan nilai tukar rupiah yang stabil hingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Makin Kuat, Kurs Rupiah Tutup Pekan Nangkring di Bawah Rp 16.300 per Dolar AS
Selain itu, BI menurunkan suku bunga turun deposit facility 25 bps menjadi 4,5% dan lending facility turun 25 bps menjadi 6%.
Sementara dari sentimen eksternal, investor pekan ini akan mencermati hasil keuangan dari peritel besar, termasuk Home Depot, Lowe’s, Walmart, dan Target, untuk petunjuk tentang kesehatan konsumen AS. Kekhawatiran tentang valuasi tinggi, tarif, dan pertumbuhan lapangan kerja yang melambat tetap menjadi perhatian utama menjelang paruh kedua tahun ini.
“Laporan pendapatan peritel pekan ini kemungkinan akan mencerminkan kekhawatiran tarif, kenaikan inflasi, dan perlambatan ekonomi yang diperkirakan,” beber Scott Wren, ahli strategi pasar global senior di Wells Fargo Investment Institute, seperti dikutip CNBC.
Ia menambahkan bahwa reli ekuitas yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir “kemungkinan akan terhenti” akibat faktor-faktor tersebut.
Baca Juga
Pembayaran Utang dan Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun ke US$152 Miliar
The Fed juga akan tetap menjadi fokus pekan ini saat para pejabat bank sentral berkumpul di Jackson Hole, Wyoming, untuk simposium kebijakan ekonomi tahunan.
Investor akan memantau acara tersebut untuk mencari petunjuk tentang arah suku bunga ke depan. Kontrak berjangka Fed funds memperkirakan sekitar 83% kemungkinan bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya di September, menurut alat FedWatch CME.

