RDG BI Dimulai, Kurs Rupiah Menguat Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah dibuka menguat dalam perdagangan di pasar spot valas, Selasa (19/11/2024), dipengaruhi pelemahan indeks dolar Amerika Serikat dan bertepatan dengan dimulainya rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini. Dilansir Yahoo Finance, nilai tukar mata uang Garuda bergerak menguat 45 poin (0,28%) ke level Rp 15.799/USD, dari hari sebelumnya di posisi Rp 15.844/USD.
Indeks dolar AS melemah 0,07 poin atau 0,06% ke level 106,21 pada pukul 09.45 WIB. Namun, DXY ini masih di level tinggi, yang secara year to date menguat 4,82%, berdasarkan data Yahoo Finance.
Sementara itu, dari sentimen global, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkapkan, pasar tetap berhati-hati setelah komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang penundaan pemotongan suku bunga karena pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pasar tenaga kerja yang kuat. "Pasar mengamati pilihan kabinet Trump, termasuk Brendan Carr untuk ketua FCC dan persaingan yang sedang berlangsung untuk menteri keuangan," ungkap Andry dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/11/2024).
Baca Juga
Probabilitas Penurunan Suku Bunga
Probabilitas penurunan suku bunga dana The Federal (The Fed) sebesar 25 bps pada bulan Desember 2014 kini sebesar 62%. Ini menurun signifikan dari 86% pada awal minggu lalu.
Sementara itu di dalam negeri, RDG BI akan berlangsung pada 19-20 November 2024. Keputusan dewan gubernur BI akan diumumkan pada Rabu (20/11/2024) esok hari, pukul 14.00 WIB.
Pelaku pasar menanti apakah BI akan kembali menahan suku bunga acuannya, di tengah tren rupiah yang tertekan terhadap dolar AS. Selain itu, BI juga akan merilis kebijakan terbaru deposit facility rate dan lending facility rate.
Pada Oktober lalu, BI tercatat menahan suku bunganya di level 6%. Suku bunga Deposit Facility juga tetap sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.
"Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.
Baca Juga
Perang Ukraina Picu Ketidakpastian Baru, Harga Emas Melonjak

