AASI Sebut Peran Agen Masih Krusial Bagi Perusahaan Asuransi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menegaskan bahwa peran agen asuransi masih sangat krusial dalam mendorong pertumbuhan industri asuransi di Indonesia, terutama di tengah rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap produk asuransi, termasuk asuransi berbasis syariah.
Ketua Bidang Hubungan Internasional AASI Achmad Kusna Permana mengungkapkan, kompleksitas produk asuransi membuat peran agen tidak tergantikan, terutama dalam memberikan edukasi yang tepat kepada para calon nasabah.
”Asuransi itu bukan produk yang simpel seperti bank, jadi memang peran agen itu sangat penting saat ini,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Konferensi Pers SICA 2025, di Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Baca Juga
Permana menjelaskan, hingga saat ini sering kali terjadi kesalahpahaman antara nasabah dan perusahaan asuransi akibat misselling atau ketidakpahaman agen terhadap fitur produk. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan asuransi untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi para agen.
“Misunderstanding sering terjadi karena adanya misselling atau agen juga tidak terlalu paham apa yang dimaksudkan di features tersebut. Sehingga terjadi dispute antara customer dengan perusahaan asuransi pada saat klaim. Itu yang sering terjadi,” katanya.
Meski ke depan peran agen diprediksi akan menurun seiring dengan meningkatnya digitalisasi dan masuknya generasi muda, lanjut Permana, saat ini hadirnya agen asuransi masih menjadi ujung tombak bagi penjualan produk.
“Ke depannya, kalau misal produknya (asuransi) lebih kepada mikro, yang tidak mungkin dijual agen, menurut saya produknya akan lebih generate, lebih simpel, maka peran agen akan berkurang. Ke depannya ke arah sana. Tapi saat ini perusahaan asuransi memang masih bergantung (penjualannya) pada agen,” ucapnya.
Baca Juga
Tahan Badai di Tengah Gejolak Global, Asuransi Astra Raih Rating A- 3 Tahun Beruntun
Setali tiga uang, Sekretaris sekaligus Ketua Bidang Hukum, Kepatuhan dan Antar Lembaga AASI Arry Bagoes Wibowo menyatakan bahwa keberadaan agen masih sangat relevan dengan karakter masyarakat Indonesia.
“Kalau kita bicara syiar, kita bicara proteksi dunia dan akhirat, kalau digital agak susah. Jadi bagaimana istilahnya menggabungkan antara budaya, kemampuan, skill, dan juga opportunity, produk-produk yang terbaik.
Sementara itu, Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Asuransi Jiwa AASI Yurivanno Gani mengatakan, penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, hanya sekitar 3,3% menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Angka ini jauh tertinggal dibandingkan Malaysia (4,8%), dan Singapura (9,2%).
“Khusus asuransi syariah sendiri masih di kisaran 14%, di mana konvensional itu sudah hampir 50% penetrasinya. Kalau bisa lihat dari penjualan digital asuransi syariah itu masih sangat rendah. Oleh karena itu, makanya memang agen itu masih menjadi salah satu andalan,” ujar dia.
“Karena memang harus dijelaskan secara face to face, secara detail untuk orang bisa mengerti asuransi syariah itu apa sih kelebihannya. Jadi itulah kenapa memang agensi saat ini masih jadi andalan,” kata Gani.

