Begini Upaya BCA Syariah Jaga Rasio Pembiayaan Bermasalah Tetap Rendah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Hingga semester I 2025, PT Bank BCA Syariah mampu menjaga kualitas pembiayaannya. Hal ini tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross sebesar 1,75%.
Meski masih berada di level yang terjaga, tapi capaian tersebut mengalami tren kenaikan dibanding semester I 2024 yang berada di level 1,36%. Direktur BCA Syariah Ina Widjaja akan terus memastikan tingkat NPF pihaknya tetap terjaga di bawah ambang batas internal yang telah ditetapkan.
“NPF memang trennya naik, namun kita menjaga agar kenaikannya masih di bawah level yang kita inginkan, bukan yang regulator inginkan,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investrortrust, dalam Paparan Kinerja BCA Syariah Semester I 2025, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Baca Juga
BCA Syariah Sebut Pemblokiran Rekening Dormant Berdampak Kecil, Optimistis CASA Tetap Naik
Menurut Ina, kenaikan NPF di perbankan, termasuk BCA Syariah, disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kondisi makroekonomi yang tidak bisa dihindari, dan lain sebagainya. Jadi tidak melulu karena kurangnya kehati-hatian bank dalam menyalurkan pembiayaan.
“Jadi, ada faktor-faktor di luar yang harus kita cermati. Apa yang paling penting bagi sebuah bank adalah meminimalisir bagaimana NPF itu bisa segera terselesaikan. Karena NPF itu pasti akan ada muncul terus,” katanya.
Untuk itu, lanjut Ina, BCA Syariah terus melakukan pemantauan ketat terhadap portofolio pembiayaannya, serta memperkuat manajemen risiko. Di sisi bersamaan, juga mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran pembiayaan.
“Bagaimana kita bisa menyelesaikan NPF itu secepat mungkin, lalu kita menjaga nasabah-nasabah kita yang ada, dan otomatis memperbaiki proses daripada penyaluran pembiayaan sendiri agar NPF yang berikutnya tidak akan lebih besar lagi,” ucap dia.
Baca Juga
Tumbuh 12%, BCA Syariah Cetak Laba Rp 100 Miliar di Semester I 2025
Meski NPF gross BCA Syariah mengalami tren peningkatan, namun NPF net mengalami penurunan dari 0,18% pada Juni 2024 menjadi 0,05% di periode yang sama tahun ini. Lalu, portofolio pembiayaan membaik, dilihat dari penurunan financing at risk (FaR) sebesar 0,3% di posisi 5,9%.
Di sisi bersamaan, pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar 4,9% per Juni 2025 mencerminkan prinsip kehati-hatian BCA Syariah dalam melakukan ekspansi pembiayaan.

