Masuk 3 Besar Ekonomi Syariah Terbesar di Dunia, Begini Upaya CIMB Niaga Syariah Tumbuhkan Ekonomi Syariah di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Ekonomi syariah terus tumbuh di Indonesia, bahkan Indonesia masuk dalam tiga besar negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia.
Menurut State of Global Islamic Economy Report (SGIE Report) tahun 2023, Indonesia berada pada peringkat ketiga berdasarkan Global Islamic Economic Indicator (GIEI), setelah Malaysia dan Saudi Arabia. Peringkat ini naik cukup tinggi dibanding tahun 2018 di mana Indonesia berada di peringkat kesepuluh.
Sehubungan dengan peluang tersebut, unit usaha syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) pun terus berupaya menumbuhkan ekonomi syariah di Tanah Air.
Head of Sharia Consumer Banking CIMB Niaga Bung Aldilla mengungkapkan bahwa hal ini sejalan dengan strategi yang dimiliki CIMB Niaga Syariah.
"Jadi kita itu, ekonomi syariahnya itu di bawahnya Arab Saudi dan Malaysia, gitu ya. Nah, ini merupakan suatu, bukan harusnya, tapi bagi kami itu keniscayaan. Karena kita adalah negara muslim terbesar di dunia, kalau tidak salah itu sekitar 13% dari total muslim di dunia. Nah, teman-teman semua, ini sejalan dengan CIMB Niaga Syariah punya strategi ini. Jadi, kita itu berfokus pada komunitas syariah atau Islamic community," ujar Bung Aldilla dalam acara Media Gathering Haya Fest 2024 di Menara Sentraya, Rabu (9/10/2024).
Menurut Bung Aldilla, komunitas syariah atau Islamic community yang menjadi fokus CIMB Niaga Syariah juga bermacam-macam, seperti ada travel halal, rumah sakit, food and beverage, hingga gaya hidup.
"Dan ada suatu kesamaan sebenarnya kita dengan perbankan syariah dan juga hal ekosistem. Kita itu menjalankan bisnis kita itu dengan prinsip-prinsip syariah. Dan ini sangat menarik rupanya. Jadi itu, satu itu kita tiga besar dan harusnya sih itu nomor satu ya," ungkap Bung Aldilla.
Lebih lanjut, Bung Aldilla menjelaskan bahwa CIMB Niaga juga mempunyai strategi yang sama dengan kondisi pasar yang ada.
"Dan kita mencoba mengumpulkan komunitas-komunitas yang propose bisnisnya itu sama dengan kita, mengikuti kaidah-kaidah syariah," kata Bung Aldilla.
Di sisi lain, Bung Aldilla membeberkan bahwa untuk menumbuhkan atau memperbesar market share ekonomi syariah ini, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari regulator.
"Kalau pertama dari regulator tuh mereka sangat support kita ya. Salah satunya adalah mereka tuh benar-benar membantu kita dalam menerbitkan atau mengolahkan produk-produk yang unik," ucap Bung Aldilla.
Kemudian, untuk menumbuhkan atau memperbesar market share ekonomi syariah di Indonesia, lanjut Bung Aldilla, perbankan harusnya bersama-sama dengan regulator dan juga komunitas islami sama-sama meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat Indonesia yang luar biasa besarnya potensinya.
"Jadi kita sama-sama, sepertinya acara ini (Haya Festival) adalah salah satu tujuan kita untuk memperbesar cakupan pengetahuan tentang produk servisis dan juga komunitas-komunitas Islam di Indonesia," jelas Bung Aldilla.
Sebagai tambahan informasi, CIMB Niaga Syariah untuk kelima kalinya menghadirkan flagship event Haya Festival selama sebulan penuh mulai 9 Oktober hingga 15 November 2024.
Tahun ini, rangkaian acara Haya Festival diselenggarakan dalam format hybrid yang lebih menarik, memadukan berbagai kegiatan inspiratif, promosi, dan apresiasi seperti syariah talk, digital competition, bazaar lifestyle, dan music performance dari Judika.

