OJK Sebut Tak Ada Bank Ajukan Revisi Bisnis, Target Kredit 2025 Tetap 9-11%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, sektor perbankan tetap berada dalam jalur yang sehat meskipun terdapat sinyal perlambatan kinerja di paruh pertama tahun ini.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, secara umum kredit dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan masih sejalan dengan target yang telah diteapkan untuk tahun 2025.
“Dari kacamata kinerja kredit maupun juga pertumbuhan DPK, bahwa masing-masing mencapai tingkat yang tidak jauh berbeda dari target yang telah ditetapkan sepanjang 2025 ini,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK III Tahun 2025, di Jakarta, Senin (28/7/2025).
Baca Juga
OJK Siap Dorong Industri Hadapi Peluang Kesepakatan Indonesia – Amerika Serikat
Mahendra mengatakan, hingga saat ini tidak ada satu bank pun yang mengajukan revisi terhadap rencana bisnisnya untuk tahun 2025. Hal ini mencerminkan keyakinan industri terhadap prospek dan arah kebijakan yang telah ditetapkan.
“Dalam diskusi dan pendalaman mengenai kinerja keseluruhan maupun masing-masing bank, sampai saat ini tidak ada bank yang mengajukan revisi dari bisnis plan yang mereka miliki untuk keseluruhan tahun 2025,” katanya.
“Dengan kata lain, tidak ada rencana untuk mengubah target yang telah ditetapkan. Dan dalam kaitan itu target untuk 2025, kami sampaikan sejak tahun lalu, untuk pertumbuhan kredit adalah 9-11%,” sambung Mahendra.
Baca Juga
OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 7,7% Jadi Rp 8.059,79 Triliun per Juni 2025
Meski dinamika setiap bulannya berfluktuasi, OJK menilai tren saat ini mulai mengarah kepada pemulihan yang lebih pasti. Seiring dengan munculnya berbagai sentimen positif, termasuk dari sisi eksternal.
“Dengan adanya berbagai perkembangan positif seperti kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), tentu membuka ruang yang lebih besar lagi bagi lembaga jasa keuangan untuk memberikan fungsi intermediasinya jelas, semakin targeted kepada industri-industri yang memiliki potensi besar,” ucap Mahendra.
Hingga semester I 2025, kinerja perbankan tetap stabil. Data OJK menunjukkan, penyaluran kredit tumbuh 7,77% secara year on year (yoy) menjadi Rp 8.059,79 triliun. Di sisi bersamaan, rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) gross tercatat 2,22%, sementara NPL net berada di level 0,84%. Lalu, rasio loan at risk (LAR) tercatat 9,73%, relatif stabil dibanding periode sebelumnya.
Sementara itu, DPK perbankan tumbuh 6,96% (yoy) menjadi Rp 9.329 triliun, dengan pertumbuhan giro, tabungan, dan deposito masing-masing 10,35%, 6,84%, dan 4,19%. Dari sisi permodalan juga solid, tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 25,79% per Juni 2025.

