Banyak Keluhan Soal Perumahan, Menteri Ara Buka Layanan 911
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mengadu ke Kementerian PKP jika memiliki keluhan terkait perumahan. Apalagi, Kementerian PKP baru-baru ini telah meluncurkan layanan pengaduan konsumen perumahan terpadu bantuan edukasi dan asistensi ramah untuk pengaduan konsumen perumahan (Benar-PKP).
Hal ini disampaikan Ara, sapaan Maruarar Sirait saat ditemui seusai menghadiri open house atau gelar griya Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Rosan Roeslani pada momen Idulfitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 hari kedua di Jalan Widya Chandra V Nomor 27, Jakarta Selatan, Selasa (1/4/2025). Menteri Ara mulanya ditanyai perihal keluhan tarif air di rusun yang mahal.
"Tolong ngadu ke 911 daripada perumahan, PKP (Benar-PKP). Kita memang membuka layanan pengaduan," ujar Ara.
Baca Juga
Kementerian PKP Bakal Luncurkan Pengaduan di Bidang Perumahan, Paling Lama Setelah Lebaran
Ara mengakui keluhan terkait persoalan perumahan masih terus ada. Pengaduan permasalahan perumahan menurut data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) selalu masuk ke dalam ranking tiga besar dalam hal pengaduan masyarakat.
"Kami dapat dari badan konsumen negara, dapat dari YLKI, itu pengaduan perumahan itu sangat tinggi. Nah makanya kami buat itu. Karena presiden mengarahkan, meminta kita harus mendengar keluhan rakyat," ungkap Ara.
Dikatakan Ara, pekerjaan Kementerian PKP bukan hanya sebatas membangun rumah. Namun, juga menjamin kualitas rumah. Terlebih, kata Ara, Presiden Prabowo Subianto juga meminta Kementerian PKP untuk membuat kebijakan yang prorakyat.
"Bagaimana pengembang kalau janjinya tidak ada banjir, ya jangan banjir dong. Kalau janjinya airnya bersih, jangan kuning dong. Jadi seperti itu. Kalau ada penghijauannya bagus, PSU jalannya bagus, jangan jalannya enggak bagus," jelas Ara.
Dalam kesempatan itu, Ara juga membeberkan saat ini pemerintah tengah menyiapkan program rumah subsidi yang diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan (nakes), guru, serta nelayan.
Menurut Ara, rumah subsidi bagi nakes akan disiapkan sebanyak 30.000 rumah, kemudian untuk guru sebanyak 20.000 rumah, dan untuk nelayan sebanyak 20.000 rumah. Selain itu, Ara juga sudah mengalokasikan 1.000 rumah subsidi untuk wartawan.
"Kita sudah mengalokasikan buat petani 20.000, nelayan 20.000, buruh 20.000, tenaga migran 20.000, kemudian nakes itu 30.000, nakes itu terdiri dari perawat. Kemudian ada bidan dan tenaga kesehatan masyarakat, kemudian TNI-AD kurang lebih sekitar 5.000, kepolisian 14.500, dari kuota 220.000," ucap Ara.
Diberitakan investortrust.id, Kementerian PKP resmi meluncurkan layanan Pengaduan Konsumen Perumahan Terpadu Bantuan Edukasi dan Asistensi Ramah untuk Pengaduan Konsumen Perumahan (Benar-PKP).
Ara meyakini adanya kanal tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan pelayanan penanganan pengaduan untuk masyarakat di sektor perumahan secara gratis sekaligus mendorong keterbukaan informasi dan pelayanan publik Kementerian PKP.
“Saya berharap layanan Benar-PKP mampu menjawab harapan rakyat Indonesia yang mengadu di sektor perumahan, termasuk masyarakat yang mengadu soal Meikarta. Sekali lagi saya tegaskan, tegakkan hukum dan kebenaran tanpa pandang bulu, sebagaimana amanat Presiden Prabowo untuk menyukseskan program 3 juta rumah,” kata Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, saat peluncuran Benar-PKP di kantor Kementerian PKP, Jakarta Selatan, Rabu (26/3/2025).

