Danareksa dan KKP Satukan Kekuatan Bangun Industri Pesisir Makin Keren dan Berkelanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Danareksa (Persero) atau holding BUMN Danareksa menjalin kemitraan strategis dengan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dalam upaya memperkuat ekonomi pesisir berbasis kelautan serta mendorong pertumbuhan kawasan industri yang berkelanjutan atau ramah lingkungan.
Langkah ini wujud nyata kontribusi holding BUMN Danareksa dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya akselerasi ekonomi biru yang selaras dengan Asta Cita untuk memperkuat kedaulatan maritim dan memperluas pemerataan pembangunan.
Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi dan Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP Kartika Listriana, serta disaksikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Bupati Kabupaten Batang M Faiz Kurniawan, dan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin di sela rapat kerja teknis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut di Jakarta, Selasa (16/7/2025).
Yadi Jaya Ruchandi menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan mandat strategis holding BUMN Danareksa dalam mengelola dan mengembangkan tujuh entitas kawasan industri secara terintegrasi, sehingga dapat berkontribusi terhadap perekonomian dan masyarakat.
Baca Juga
Pembentukan Otorita Tanggul Laut Raksasa Dikebut untuk Proyek Raksasa Pesisir Jawa Rp 1.304 T
"Kolaborasi ini akan membuka jalan pengembangan kawasan industri pesisir yang inklusif, modern, dan berkelanjutan. Melalui kesepakatan ini, holding BUMN Danareksa siap memberikan dukungan dalam bentuk penyusunan kebijakan hingga pendampingan investasi,” jelas Yadi dalam keterangannya, Selasa (16/7/2025).
Perjanjian ini mencakup kerja sama, antara lain dukungan penyusunan kebijakan penataan kawasan pesisir, pengusulan proyek strategis nasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pendampingan perizinan pemanfaatan ruang laut, serta business matching untuk menarik investor global dan dalam negeri.
Sebagai langkah implementatif, tiga kawasan industri anggota holding BUMN Danareksa, yaitu PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) akan berperan di lapangan melalui pengembangan proyek-proyek strategis nasional yang berorientasi pada nilai ekonomi biru dan prinsip environmental, social, and governance (ESG).
“Holding BUMN Danareksa berkomitmen memastikan bahwa kolaborasi ini dapat menciptakan dampak jangka panjang dengan mengedepankan aspek keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas lokal,” lanjut Yadi.
Dalam mengimplementasikan kerja sama ini, holding BUMN Danareksa memanfaatkan kekuatan infrastruktur dan jaringan bisnis yang telah dibangun melalui Danareksa Industrial Park (DIP), kawasan industri milik BUMN terbesar di Indonesia.
DIP dirancang sebagai kawasan industri modern, ramah lingkungan, terintegrasi, serta dilengkapi infrastruktur penunjang lengkap, seperti tol langsung, terminal multipurpose, solar PV roofing, water treatment plant, pengolahan limbah modern, dan command center. Konsep one-stop investment solution yang ditawarkan menjadikan DIP sebagai destinasi utama investasi di Indonesia.
Baca Juga
Di Tengah Ketidakpastian, BRI Danareksa Sekuritas Sarankan Investor Pegang 5 Saham Ini
Saat ini, DIP hadir di tujuh kota strategis dan mengelola lebih 7.800 hektare lahan industri, menciptakan 300.000 lapangan kerja, serta menjadi rumah bagi lebih dari 1.600 tenant dari 25 negara, termasuk perusahaan-perusahaan global yang mendukung hilirisasi.
PT Danareksa (Persero) atau holding BUMN Danareksa adalah perusahaan milik negara pengelola perusahaan dari berbagai sektor, seperti kawasan industri, jasa konstruksi, jasa keuangan, serta media dan teknologi. Saat ini, holding BUMN Danareksa memiliki 12 entitas anak dan tiga entitas asosiasi, yakni PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Nindya Karya, PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Danareksa Finance, PT Danareksa Capital, PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Balai Pustaka, PT Jalin Pembayaran Nusantara, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT BRI Manajemen Investasi, dan PT BRI Danareksa Sekuritas.

