Di Tengah Ketidakpastian, BRI Danareksa Sekuritas Sarankan Investor Pegang 5 Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak dalam rentang 5.900-6.700 sepanjang tahun ini. Sedangkan saham yang layak dipegang atau safe heaven pemodal adalah BBCA, ICBP, GOTO, BRIS, dan NCKL.
Analis BRI danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dalam risetnya menyebutkan bahwa potensi pergerakan tersebut mempertimbangkan risiko volatilitas nilai tukar dan kenaikan yield obligasi. Pergerakan tersebut dipengaruhi perang tariff yang berimbas negative terhadap perdagangan saham.
Baca Juga
Bidik Dana Rp 5,89 Triliun, Surge (WIFI) Rights Issue 55,56% Saham
Pergerakan indeks tersebut juga mempertimbangkan berlanjutnya penurunan kepemilikan investor asing di pasar saham menjadi 17%, meski angka tersebut masih berada di atas levfel terendahnya pada 2020-2021 sekitar 12,5%.
“Kami menyarankan pemodal untuk tetap memegang saham-saham defensive dan memiliki nama yang kuat, seperti BBCA, ICBP, GOTO, BRIS, dan NCKL,” tulisnya dalam riset terbarunya.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.900, saham ICBP direkomendasikan beli dengan target harga Rp 14.00, dan saham GOTO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 110.
Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan beli saham BRIS dengan target harga Rp 2.900 dan saham NCKL dengan target harga Rp 1.500. Sedangkan risiko utama terhadap pergerakan saham datang dari berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah.
Terkait fundamental Indonesia, dia mengatakan, relative lebih baik, dibandingkan negara emerging market lainnya, dalam menghadapi perang dagang. Hal ini didukung eksposur ekspor terhadap PDB hanya berkisar 22%. Kebijakan Trump tersebut juga diprediksi hanya berdampak kecil terhadap prospek kinerja keuangan emiten tahun ini, khususnya sektor energi dan komoditas akibat peluang penurunan permintaan global.
Baca Juga
Kenaikan Berlanjut, Harga Emas Antam Tertinggi Sepanjang Sejarah
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan emiten sejumlah sektor, seperti sektor consumer, ritel, dan otomotif akan terpapar penurunan nilai tukar rupiah. Pelemahan rupiah berpotensi menekan pendapatan dan margin keuntungan untuk sementara waktu.
Namun dengan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, harga bahan baku produk consumer relative stabil dan akhirnya bisa membuka ruang terhadap stabilitasi margin keuntungan. Dengan demikian pertumbuhan volume penjualan diprediksi berlanjut.

