Tugu Insurance Optimistis Proses Spin Off UUS Bakal Mulus di 2025
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) optimistis proses spin off unit usaha syariah (UUS) bakal berjalan mulus di 2025. Hal ini sejalan dengan kinerja UUS yang solid di tahun lalu, dengan raihan premi atau kontribusi yang naik hampir 100% secara year on year (yoy).
Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat yakin lewat aksi korporasi ini pihaknya akan lebih mengoptimalkan potensi sekaligus peluang pasar industri asuransi syariah di Tanah Air.
“UUS Tugu Insurance mencatatkan kontribusi pada 2024 meningkat hampir 100% (yoy). Perusahaan mencatat proporsi syariah terhadap konvensional masih berada di bawah 5%, sehingga masih besar peluang untuk tumbuh,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (19/3/2025).
Baca Juga
Lindungi Nasabah Selama Perjalanan Lebaran 2025, Tugu Insurance Andalkan Produk Asuransi T Mudik
Menurut Tatang, aksi spin off UUS akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan. Untuk itu, dalam memilih metode spin off, pihaknya telah melakukan kajian feasibility. Kajian ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi market asuransi syariah di Indonesia, kondisi industri dan perseroan saat ini, serta beberapa aspek lainnya.
“Kami menilai spin off sebagai peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan industri asuransi syariah ke depannya. Hal ini membuat Tugu Insurance juga ikut menyusun berbagai strategi dalam usaha mencapai kinerja positif di 2025,” katanya.
Dalam menyukseskan proses spin off, lanjut Tatang, pembentukan struktur organisasi dan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) menjadi hal yang sangat krusial dan harus dipersiapkan sebagai fondasi dalam keberlangsungan perusahaan ke depan.
“Struktur organisasi dan SDM sangat penting dalam spin off. Makanya, kami sudah mulai melakukan analisa terhadap pemenuhan manpower tersebut,” ucapnya.
Baca Juga
Dukung Inklusivitas Saat Ramadan, Tugu Insurance Peduli Disabilitas
Ia menambahkan, hal penting lainnya dalam proses spin off adalah berkaitan dengan pengembangan produk yang spesifik. Pasalnya, pengembangan produk membutuhkan waktu, biaya, serta sumber daya yang cukup besar. Selain itu dibutuhkan pula strategi khusus untuk melakukan pengelolaan risiko dan pengembangan pemasaran.
“Namun, produk spesifik ini bisa membuka peluang untuk menghadirkan diferensiasi produk yang berbeda dari produk konvensional, sehingga dapat meningkatkan keunggulan kompetitif,” ujar Tatang.
Sejauh ini Tugu Insurance telah melakukan monitoring yang ketat terhadap timeline spin off, dengan sejumlah persiapan yang telah dilakukan. Ia optimistis spin off bisa berjalan mulus dan selesai di tahun ini.
“Saat ini kami masih melakukan tahapan-tahapan proses persiapan pemisahan unit usaha syariah dan sejauh ini masih sesuai dengan timeline yang ditetapkan perusahaan,” kata Tatang.

