OJK Optimistis Pertumbuhan Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja sektor jasa keuangan yang di dalamnya ada industri perbankan, asuransi, perusahaan pembiayaan (multifinance), dan dana pensiun mencatatkan pertumbuhan solid di 2025.
Direktur Stabilitas Sistem Keuangan OJK Bayu Dwi Kariastanto memperkirakan, untuk sektor perbankan, penyaluran kredit akan tumbuh mencapai 9-11%, sementara dana pihak ketiga (DPK) juga diharapkan meningkat 6-8% di tahun ini.
“Penghimpunan dana (diperkirakan) Rp 220 triliun karena mungkin kita masih mempertimbangkan bahwa suku bunga ini tidak akan turun seperti perkiraan awal,” ujarnya, dalam webinar OJK Institute bertajuk ‘Outlook Ekonomi dan Keuangan di Tahun 2025’, Kamis (20/2/2025).
Baca Juga
Sementara untuk sektor multifinance, piutang pembiayaan secara industri diproyeksikan akan tumbuh 8-10% pada tahun ini, meningkat dibandingkan 2023 yang tumbuh sekitar 6,9%. Optimisme tersebut didukung oleh ekonomi dalam negeri yang tumbuh di kisaran 5%.
”Kalau model kami sebenarnya piutang pembiayaan itu harusnya lebih tinggi. Penjualan motor dan mobil harusnya jauh lebih tinggi,” kata Bayu.
Baca Juga
OJK Ungkap Pentingnya Governansi dalam Pengelolaan Industri Jasa Keuangan
Pada sektor perasuransian, lanjut dia, aset secara industri asuransi umum maupun jiwa diprediksi tumbuh 6-8% di 2025. Meskipun dalam dua tahun belakangan, aset industri asuransi jiwa mengalami kontraksi. Sementara aset asuransi umum masih tumbuh 8,35% di 2024.
“Kemudian aset dana pensiun ini kita yakin bisa meningkat dari 7,3% (2024) menjadi 9-11%,” ucap Bayu.
Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, dikatakan Bayu, kebijakan OJK akan tetap berfokus pada tiga prioritas utama, yakni mendorong pertumbuhan, menjaga stabilitas, dan meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat.
“Kita yakin potensi kita untuk tumbuh lebih tinggi, daya dukung sektor keuangan yang lebih optimal terhadap pertumbuhan dapat kita capai,” katanya.

