Ditanya Soal Harga Saham, Ini Respons Bos BRI
JAKARTA, investortrust.id - Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan bahwa penurunan ini bukan hanya dialami BRI, tapi juga bank-bank lain yang masuk kategori kapitalisasi pasar besar (big cap).
Menurut Sunarso, pergerakan saham di pasar modal dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal di luar kendali perusahaan. Oleh karena itu, bank berkode saham BBRI ini akan tetap fokus pada aspek-aspek yang bisa dikendalikan untuk menjaga fundamental bisnis tetap kuat.
“Sebagai CEO, saya akan lebih fokus mengerjakan hal-hal yang di bawah kontrol saya, yang bisa saya kendalikan. Pertama, menggerakkan tim untuk bekerja dengan GCG (good corporate governance), dengan governance yang benar,” katanya.
Baca Juga
Kredit BRI Tembus Rp 1.354,64 Triliun, 81,97% di Antaranya Disalurkan ke UMKM
“Yang kedua, di situasi yang tidak mudah, kita tetap harus tumbuh secara sustain. Oleh karena itu, kita harus menerapkan risk management. Dari kedua itu kita bisa me-manage dan mendapatkan resiliensi dari performance,” sambung Sunarso.
Ia mengungkapkan, kondisi fundamental BRI hingga saat ini tetap solid, meskipun ada pihak-pihak yang mencoba menciptakan ketakutan di pasar.
Baca Juga
Usai BBRI, Saham Bank BUMN Ini Ikut Agendakan Buy Back Saham Bernilai Jumbo
“Pasarnya merespon katakanlah negatif, pasti bukan karena persoalan fundamental. Persoalan yang tadi itu, ada yang membuat rasa takut lah, atau memang berkepentingan untuk menjatuhkan harga saham,” ucap Sunarso.
“Fundamental BRI tetap baik. Jadi tugas saya adalah fokus kepada hal-hal yang bisa saya kendalikan atau kontrol. Misalnya, risk management dan GCG,” katanya.
Untuk informasi, saham BBRI pada perdagangan sesi I Rabu (12/2/2025) ditutup turun 0,25% ke Rp 4.010 per lembar. Sementara secara year to date (ytd) saham BBRI melemah 1,72% dan dalam setahun merosot 33,44%.

