Usai BBRI, Bank BUMN Ini Ikut Agendakan Buy Back Saham Bernilai Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana menggelar pembelian kembali (buy back) saham dengan target pendanaan sebesar-besarnya Rp 905 miliar. Aksi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada 13 Maret 2025.
Manajemen BBNI dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/2/2025), menyebutkan bahwa perkiraan nilai buy back sebesar-besarnya Rp 905 miliar atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Pendanaan buy back bersal dari arus kas bebas berupa saldo laba yang belum ditentukan penggunannya.
Baca Juga
Likuiditas BNI Membaik, Analis Sebut Saham BBNI Bisa Melonjak ke Rp 6.000 per Lembar
“Buy back saham bertujuan untuk membantu mengurangi tekanan jual saham BBNI di pasar saat pasar sedang berfluktuasi, sekaligus memberi indikasi kepada investor bahwa perusahaan memandang harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental perusahaan,” tulis penjelasan resmi BBNI.
Manajemen BBNI menyebutkan bahwa tekanan saham BBNI dipicu concern investor atas kondisi ketidakstabilan geopolitik dan kondisi makro ekonomi Indonesia. Hal ini membuat saham BBNI turun mencapai 21,7% YoY menjadi Rp 4.130 hingga 14 Januari.
Baca Juga
Tabungan Naik 11%, BNI Cetak Laba Bersih Rp 21,5 Triliun Sepanjang 2024
Penurunan harga tersebut, terang manajemen BNI, kontras dengan kinerja saham BNI tahun 2024, jika dihitung secara rerata masih naik sebanyak 11,1% YoY. Sedangkan tekanan terhadap saham BBNI datang dari sinyal pemangkasan suku bunga The Fed menjadi hanya 25-50 bps tahun 2025, dibandingkan perkiraan semula 100-125 bps, depresiasi rupiah terhadap dollar AS, likuiditas yang berfluktuasi, dan dinamika geopolitik yang masih tinggi.
Sebelumnya, bank BUMN lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), telah terlebih dahulu mengumumkan rencana buy back saham dengan nilai Rp 1 triliun. Aksi tersebut akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam RUPSLB mendatang.

