Ditanya Soal Besaran Dividen, Begini Respons Bos BCA
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA berkomitmen untuk memberikan dividen yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Di mana, dengan kenaikan jumlah laba bersih diharapkan bank swasta nasional terbesar di Indonesia itupun bisa memberikan dividen yang lebih besar ke para pemegang sahamnya. Apalagi BCA seperti diketahui tidak pernah absen membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya sejak 2004.
"Dividen kita pernah janji ke investor, absolut harus lebih tinggi setiap tahun, kecuali 2020 saat Covid profit negatif 5%. Tapi kan di 2024 naik 12,8% jadi nanti akan ditentukan oleh RUPS. Saya tidak berani janji ini akan lebih atau kurang. Tapi seingat saya tahun lalu 68,5% dari profit kami bagi sebagai dividen. Jadi tunggu tanggal mainnya saat RUPS, dividen yang akan kita bagikan untuk tahun 2024 di tahun 2025," jelas Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja 2024 perseroan secara virtual, Kamis (23/1/2025).
Sebagai informasi, BCA dan entitas anak menutup tahun 2024 dengan pertumbuhan kinerja yang solid. Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh tinggi 12,7% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 54,84 triliun.
Baca Juga
Naik 12,7%, Laba Bersih BCA (BBCA) Tembus Rp 58,4 Triliun di 2024
Laba bersih tersebut didorong dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA yang tumbuh 9,5% (yoy) menjadi Rp 82,3 triliun pada 2024. Pendapatan selain bunga naik 10,2% (yoy) menjadi Rp 25,2 triliun, sehingga total pendapatan operasional sebesar Rp 107,4 triliun atau naik 9,7% (yoy).
Adapun pada Desember 2024, BCA sudah membagikan dividen interim senilai Rp 50 per saham atau setara Rp 6,1 triliun kepada para pemegang saham. Nilai tersebut naik dari tebaran dividen interim pada akhir 2023. Manajemen BCA memutuskan untuk membagikan dividen interim dari kinerja keuangan per September 2024.
Baca Juga
Tumbuh 2 Kali Lipat, Jumlah Rekening Nasabah BCA Tembus 41 Juta
Jumlah saham BBCA yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 123,275 miliar saham sehingga total dividen yang diberikan mencapai Rp 6,1 triliun. Adapun, nilai tebaran dividen interim itu naik 17,85% dibandingkan tebaran pada 2023 yang saat ini sebesar Rp 42,50 per saham atau setara Rp 5,23 triliun.
Sedangkan, nilai dividen perseroan untuk tahun buku 2023 mencapai 68,47% dari laba bersih yang senilai Rp 48,6 triliun di mana jumlah itu meningkat 19,4% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun buku 2023 perseroan membagikan dividen setara Rp 270 per lembar saham.

