AAJI Catat Klaim Asuransi Kesehatan Naik 37,2% Jadi Rp 20,9 Triliun hingga Kuartal III 2024
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pembayaran klaim asuransi kesehatan sudah mencapai Rp 20,91 triliun dari periode Januari sampai September 2024.
"Ini naik sangat tinggi, sebesar 37,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023," ujar Ketua Bidang Kanal Distribusi & Inklusi Tenaga Pemasar AAJI Elin Waty dalam acara Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III 2024 di Rumah AAJI, Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Secara rinci, Elin menjelaskan bahwa klaim kesehatan perorangan mengalami peningkatan sebesar 21,1% year on year (yoy) atau dengan nilai tercatat sebesar Rp 11,77 triliun. Sementara itu, untuk kesehatan asuransi kumpulan, peningkatannya sangat signifikan, yakni mencapai 65,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 menjadi Rp 9,14 triliun.
Lebih lanjut, Elin menyebut, kenaikan klaim asuransi kesehatan yang terjadi secara terus-menerus mengakibatkan adanya kesenjangan antara premi yang dikumpulkan dengan jumlah klaim yang harus dibayarkan.
"Meskipun tercatat peningkatan pada perdapatan premi asuransi kesehatan, namun secara rasio perbandingan dengan pembayaran klaim kesehatan ini masih tergolong tinggi, yaitu 139,5% di antara premi yang diterima dan klaim yang dibayarkan masih 139,5%. Artinya, jumlah klaim yang dibayarkan oleh industri asuransi jiwa lebih besar daripada premi yang diterima, menandakan tekanan keuangan yang signifikan bagi perusahaan asuransi," jelas Elin.
Sehubungan dengan hal tersebut, Elin membeberkan bahwa AAJI tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa pemegang polis menerima layanan fasilitas kesehatan yang terbaik, berkualitas tinggi, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Oleh karena itu, AAJI secara terus-menerus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak termasuk OJK, Kementerian Kesehatan, serta penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit, untuk bersama-sama mencari solusi atas tantangan dalam pengelolaan klaim asuransi kesehatan," ungkap Elin
Melalui berbagai kolaborasi tersebut, lanjut Elin, pelayanan medis oleh perusahaan diharapkan tidak hanya semakin efisien, melainkan juga semakin memperluas cakupan perlindungan masyarakat. Adapun dari sisi internal perusahaan, para pelaku industri asuransi jiwa secara konsisten melakukan review terhadap produk asuransi kesehatan yang dimilikinya.
"Peninjauan kembali juga kami lakukan atas layanan yang diberikan oleh penyedia jasa layanan kesehatan dengan memberikan pilihan rumah sakit yang berkualitas, sehingga kami bisa memastikan nasabah kami mendapatkan perawatan yang maksimal sesuai dengan kebutuhannya. Kami juga mendorong perusahaan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya para pemegang polis atas kondisi yang terjadi saat ini," ucap Elin.
Di sisi lain, Elin menyatakan komitmen AAJI tetap teguh untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Namun, jika kenaikkan klaim kesehatan terus berlanjut tanpa pengendalian yang memadai, maka perusahaan asuransi mungkin harus mempertimbangkan perubahan strategi bisnis demi menjaga stabilitas keuangan dan memastikan keberlanjutan layanan bagi masyarakat.

