IFG Sebut Penurunan Daya Beli Kelas Menengah akan Lebih Berdampak ke Asuransi Umum
JAKARTA, investortrust.id - Menurut kajian yang masih dilakukan oleh Holding Asuransi, Penjaminan, dan Investasi Indonesia Financial Group (IFG), industri asuransi umum akan berpotensi terdampak dari tren penurunan daya beli masyarakat kelas menengah.
“Ini masih proses yang terus berjalan (kajian), penurunan daya beli kelas menengah sebesar 4%-5% itu dampaknya lebih besar ke asuransi umum daripada asuransi jiwa,” ujar Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim K Rohman, di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Karena menurutnya, asuransi jiwa itu memang sangat terklaster ke kalangan masyarakat dengan tier pendapatan yang tinggi, sebab dari segi preminya juga terbilang mahal.
Baca Juga
IFG: Medical Advisory Board Sangat Penting untuk Perbaiki Ekosistem Asuransi
Sementara untuk asuransi umum yang memiliki lini bisnis seperti properti, kendaraan bermotor, kecelakaan pribadi, asuransi kredit, itu dampaknya cukup besar. Karena masyarakat kelas menengah ini menjadi penggerak dasar mediator variabelnya.
“Misalnya kelas menengah adalah mediator pembeli KPR (kredit pemilikan rumah), pembelian kendaraan bermotor, KUR (kredit usaha rakyat), jadi dampaknya akan lebih kelihatan ke asuransi umum daripada asuransi jiwa,” kata Ibrahim.
Baca Juga
IFG Sebut Skema Managed Care Bisa Tekan Klaim Rasio Asuransi Kesehatan
Namun begitu, ia tetap menegaskan jika kajian yang dilakukan IFG Progress ini masih berjalan dan belum final. Sehingga kemungkinan-kemungkinan lain nantinya juga bisa terjadi.
“Tapi ancar-ancar (dampak penurunan daya beli kelas menengah) di asuransi umumnya lebih besar daripada di asuransi jiwa,” ucap Ibrahim.
Sekadar informasi, menurut laporan IFG Progress bertajuk “Fenomena Penurunan Kelas Menengah di Indonesia: Brief Overview dari Dampak pada Sektor Asuransi”, jumlah populasi dan daya beli kelas menengah di Indonesia terus tergerus pada periode pasca pandemi.
Hal ini tercermin oleh penurunan proporsi kelas menengah dan peningkatan proporsi calon kelas menengah dan rentan, serta menurunnya kontribusi konsumsi kelas menengah terhadap keseluruhan konsumsi masyarakat. Salah satu dampaknya, adalah berkurangnya pengeluaran non makanan, termasuk juga di dalamnya untuk premi asuransi.

