BPJS Kesehatan Ungkap UHC RI Capai 98,67% Hingga September 2024
JAKARTA, investortrust.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatatkan, universal health coverage (UHC) Indonesia telah mencapai 277 juta orang atau sekitar 98,67% dari total penduduk melalui program jaminan kesehatan nasional (JKN) hingga bulan September 2024.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyampaikan, layanan kesehatan melalui BPJS tersebut hanya perlu dicapai selama 10 tahun saja dibandingkan negara maju yang justru memerlukan waktu puluhan hingga ratusan tahun lamanya.
“Sekarang sudah lebih dari 98% penduduk Indonesia sudah tercover menjadi peserta BPJS. Di Jerman sejak 1883 mencapai 90% itu perlu waktu 127 tahun, Belgia memerlukan waktu 117 tahun, tapi Indonesia 10 tahun, luar biasa,” kata Ali di kantor Investortrust, Jakarta, Senin (7/10/2024).
Baca Juga
Tekan Overtreatmet Kesehatan, Praktisi: Upaya BPJS Kesehatan dan Asuransi Sudah Tepat
Sebagai informasi, Indonesia telah menerima penghargaan universal health coverage (UHC) dari International Social Security Association (ISSA) pada Kamis (8/8/2024) atas pencapaian Tanah Air untuk melayani lebih dari 98% penduduk Indonesia melalui program JKN tersebut.
Pada awal Maret 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga bercerita, dirinya pernah mendapatkan pertanyaan langsung dari Barack Obama waktu masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) soal layanan BPJS Kesehatan.
Jokowi mengatakan, Obama heran jaminan dan layanan kesehatan terjangkau seperti BPJS Kesehatan bisa berjalan dengan bagus di Indonesia, sedangkan program Obamacare yang dicanangkannya di Negeri Paman Sam itu malah jalan di tempat.
“Tadi saya cerita ke pak Dirut, saya dulu pernah ditanya dua tiga kali oleh Presiden Obama, itu tapi di awal 2015 saat itu, saya belum bisa cerita sebangga ini saat itu. Dia tanya kenapa BPJS, jaminan kesehatan di Indonesia berjalan dengan baik, sedangkan Obamacare di Amerika kok ndak begitu,” kata Jokowi beberapa waktu lalu.

