Pasca BI Rate Turun Jadi 6%, Bank Mandiri Buka Suara Terkait Rencana Transmisi Bunga Kredit dan Deposito
JAKARTA, investortrust.id - Usai Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan dari 6,25% menjadi 6%, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri buka suara terkait rencana transmisi untuk bunga kredit dan depositonya.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Eka Fitria mengungkapkan, dengan sinyal dari penurunan suku bunga global maupun di dalam negeri akan memberikan dampak positif terhadap industri perbankan. Namun, harus memperhatikan kembali likuiditas yang ada di pasar saat.
Ia berharap dengan adanya beberapa instrumen jatuh tempo di bulan November dan Desember mendatang, dapat meningkatkan likuiditas pihaknya. Ditambah, dengan adanya akselerasi belanja pemerintah.
Baca Juga
Bank Mandiri Sebut Likuiditas Perbankan Saat Ini Cenderung Ketat
“Jika hal ini bisa kita jaga dan menambah likuiditas pasar sesuai dengan harapan, maka implikasi dari penurunan benchmark rate ini akan lebih cepat tercermin dalam suku bunga kredit maupun suku bunga deposito,” ujarnya secara virtual, dalam acara Mandiri Macro Market Brief bertema Thriving Through Transition, Kamis (26/9/2024).
Jika melihat tren permintaan kredit itu sendiri, lanjut Eka, untuk kredit korporasi masih relatif tinggi permintaan dan peluang untuk mengembangkan portofolio secara sehat di segmen itu.
Baca Juga
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Berderet Tantangan Pengelolaan APBN 2025
Dengan demikian, ia melihat ketergantungan yang erat antara likuiditas yang tersedia di pasar untuk dapat disalurkan kepada permintaan kredit dengan adanya perbaikan dari cost of fund atau biaya dana yang bisa dilakukan melalui fungsi intermediasi perbankan.
“Dengan tambahan dari instrumen jatuh tempo ke pasar serapannya tidak sebanyak yang jatuh tempo, ditambah adanya akselerasi belanja negara, mungkin tidak menunggu sampai Desember akhir tahun. Diperkirakan maka dampaknya akan bisa terjadi lebih cepat,” kata Eka.
“Apabila hal tersebut masih tertunda, mungkin kita melihat baru di 2025 awal kita lihat transmisi dan dampak langsungnya terhadap penurunan suku bunga deposito dan bunga kredit,” ujar dia.

