Pemerhati Kesehatan Sebut Empat Hal Ini Sering Picu Fraud di Layanan Kesehatan, Apa Saja?
MAKASSAR, investortrust.id - Pengamat Industri Medis dan Keuangan S Budisuharto mengungkapkan, ada empat hal yang sering kali memicu fraud pada layanan kesehatan, mulai dari klaim asuransi palsu atau berlebihan hingga penagihan layanan yang tidak diberikan.
“Fraud ini biasanya adalah klaim asuransi palsu atau berlebihan. Jadi penggunaan obat-obat yang berlebihan yang sebetulnya tidak diberikan ke pasien juga, cuman di klaimkan ke asuransi,” ujarnya, dalam Investortrust Powertalk yang bertema ‘Upaya Publik Tekan Overtreatment & Fraud di Layanan Medis’, yang digelar investortrust.id, di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/9/2024).
Kemudian, lanjut Budisuharto, “oknum” penyedia layanan kesehatan yang memalsukan diagnosis untuk pembayaran yang lebih tinggi. Misalnya seorang pasien dengan penyakit usus buntu ringan yang seharusnya bisa disembuhkan melalui operasi ringan, justru malah diarahkan ke operasi usus buntu yang sudah berat.
Baca Juga
Dokter Ungkap Cara Agar Terhindar dari Praktik Overtreatment Rumah Sakit
“Yang tahu kan memang dokternya, memang apabila BPJS kesehatan itu melakukan audit entah secara random atau reguler, hal-hal itu akan bisa ketahuan tapi kan hal ini tidak mudah dan murah,” katanya.
Lalu, adapula sejumlah “oknum” di layanan kesehatan lainnya yang menggunakan identitas pasien untuk melakukan klaim fiktif, terutama pasien-pasien yang sebenarnya tidak berkunjung ke situ atau menagih layanan-layanan yang berbeda dari biasanya yang ditagihkan kepada asuransi dan BPJS Kesehatan.
Baca Juga
Praktisi Medis: Kolaborasi Berbagai Pihak Dibutuhkan untuk Tekan Praktik “Nakal” Overtreatment
“Kalau langsung ditagihkan ke pasien, pasiennya langsung protes, saya kan tidak melakukan pemeriksaan ini tapi kok ditagih,” ucap Budisuharto.
Terakhir, penagihan layanan yang tidak diberikan. “Itu adalah penyebab-penyebab fraud-nya,” kata dia.

