Samuel Sekuritas: Keterbatasan Modal Jadi Tantangan Bank Kecil Kembangkan IT
JAKARTA, investortrust.id - Implementasi digital banking lewat peningkatan kapabilitas infrastruktur informasi teknologi (IT) telah menjadi sebuah keniscayaan agar bank baik besar maupun kecil dapat bertahan di tengah persaingan. Namun bagi bank-bank kecil, keterbatasan modal seringkali menjadi tantangan utama dalam pengembangan teknologi informasi.
Hal tersebut seperti diungkapkan Deputy President Director Samuel Sekuritas Indonesia, Suria Dharma, dalam acara Investortrust Power Talk bertajuk Digital Maturity Assessment of Banks Dipandang dari Berbagai Sisi, yang digelar di Kantor Investortrust, di The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (2/9/2024).
“Tapi kalau saya lihat memang tantangannya (dalam pengembangan IT) ada pada bank-bank kecil,” ujarnya.
Baca Juga
Kematangan Digital Kunci Keberhasilan Transformasi Perbankan
Sejauh ini bank-bank besar tidak pernah keberatan untuk mengeluarkan modal atau capital expenditure (capex) untuk peningkatan kapabilitas infrastruktur IT mereka. Terlebih saat ini, lanjutnya, tengah marak kejahatan dan serangan siber yang membidik sistem digital perbankan, yang berujung pada kebocoran data nasabah, hingga menyedot dana pihak ketiga (DPK) masyarakat.
Ketimbang menghadapi harus berhadapan pada masalah krusial yang bisa menghilangkan kepercayaan para nasabahnya, sejumlah bank besar tak keberatan mengeluarkan investasi dengan nominal yang besar, yang menurut Suria bisa berkisar antara Rp 5 triliun hingga Rp 8 triliun. “Tapi, bank-bank kecil tidak mungkin segitu,” kata Suria.
Maka tak heran, pertarungan di industri perbankan ke depan akan terletak pada kemampuan entitas bank tersebut untuk mengucurkan investasi di sektor IT demi pengembangan digital banking dan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menangkal risiko serangan siber.
Bagi bank di KBMI (kelompok bank berdasarkan modal inti) 4 atau yang bermodal inti Rp 70 triliun ke atas mungkin tidak akan masalah. Lain halnya dengan penghuni KBMI 2 yang bermodal inti Rp 6 triliun hingga kurang dari Rp 14 triliun, termasuk KBMI 1 bermodal inti di bawah Rp 6 triliun, mereka kemungkinan besar akan menghadapi tantangan serius dalam penyediaan modal untuk peningkatan kapasitas infrastruktur IT-nya.
“Jadi kita memang perlu lihat hal tersebut, jadi self assessment ini sangat penting karena bank-bank tersebut menjadi sadar sebetulnya, level mereka itu di mana saat ini, dan ke depannya bisa lebih baik atau tidak,” ucap Suria.

