Tumbuh 93,26%, Sequis Life Kantongi Laba Rp 244,31 Miliar di Kuartal I 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) membukukan laba setelah pajak mencapai Rp 244,31 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Jumlah itu tumbuh 93,26% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang sebesar Rp 126,41 miliar.
“Kami harap ragam produk asuransi jiwa dan kesehatan yang disediakan Sequis bisa melindungi finansial keluarga,” ujar President Director & CEO Sequis Life, Ted Margono, dalam keterangan resmi, Senin (29/4/2024).
Jika melirik laporan keuangan publikasi di website, kenaikan laba ini bisa jadi didorong oleh jumlah beban yang menurun 3,97% atau dari Rp 921,79 miliar pada kuartal satu 2023 menjadi Rp 885,17 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Sejalan dengan itu, jumlah klaim dan manfaat yang dibayar juga ikut menurun menjadi Rp 694,03 miliar pada kuartal pertama tahun ini atau menurun 6,53% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang tercatat Rp 742,55 miliar.
Baca Juga
Dorong Peran Agen, Sequis Buka Kantor Pemasaran di Pekanbaru
Jumlah pendapatannya juga meningkat 19,24% dari Rp 894,27 miliar pada kuartal pertama 2023 menjadi Rp 1,07 triliun di periode yang sama tahun ini. Penopang pertumbuhannya ialah hasil investasi yang mengalami pertumbuhan 102,02% secara tahunan menjadi Rp 387,84 miliar di kuartal pertama 2024.
Namun, pendapatan premi brutonya menurun 2,75% dari Rp 682,88 miliar pada kuartal pertama 2023 menjadi Rp 659,97 miliar di periode yang sama tahun ini. Meski begitu, tingkat kesehatannya yang tercermin dari risk based capital (RBC) berada di level 507% per Maret 2024, atau jauh di atas batas minimum yang telah diatur regulator sebesar 120%.
Baca Juga
Ingin Jadi Pahlawan Keuangan Keluarga? Simak Tips dari Sequis
Di sisi yang bersamaan, Ted juga terus mendorong pihaknya untuk mengoptimalkan baik dari sisi produk maupun layanan agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlindungan asuransi. Selain itu, pihaknya juga berupaya mendorong literasi dan penetrasi asuransi di dalam negeri.
“Jika masyarakat memiliki kesadaran berasuransi, maka keuangan keluarga akan terlindungi dari kerugian finansial yang tidak terduga seperti sakit atau meninggal dunia, yang dapat menyebabkan kebangkrutan,” kata Ted.

