CAR Bank Woori Saudara (BWS) Tembus 32,03% di Juni 2026, Lampaui Rata-Rata Industri
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya volatilitas pasar keuangan, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS membuktikan ketangguhan fundamentalnya. Manajemen risiko yang disiplin membawa perseroan sukses mencatatkan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 32,03% per Juni 2026. Angka ini jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang saat ini berada di kisaran 23,70%.
Kekuatan rasio kecukupan modal ini menjadi bantalan penting bagi BWS dalam menghadapi tantangan eksternal, seperti perubahan suku bunga, pergerakan nilai tukar, serta dinamika kualitas kredit demi memastikan keberlanjutan bisnis perseroan.
Tingginya rasio CAR BWS ditopang langsung oleh struktur permodalan yang solid. Tercatat, modal inti (Tier 1) perseroan mencapai sekitar Rp 9,7 triliun, yang mencerminkan rasio sebesar 30,87%. Sementara itu, modal pelengkap (Tier 2) berada di angka Rp 364 miliar, membawa rasio Tier 2 ke level 1,16%.
Baca Juga
Kolaborasi dengan Grab Bakal Dongkrak Prospek Bisnis Bank Woori Saudara (BWS)
Sejalan dengan penguatan modal tersebut, total ekuitas Bank Woori Saudara juga terus menebal. Per Juni 2026, total ekuitas BWS mencapai Rp11,15 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp10,62 triliun.
Dari sisi profitabilitas, BWS mencetak kinerja yang sangat impresif sepanjang Semester I 2026. Laba bersih perseroan melonjak menjadi Rp 594,09 miliar, melesat tajam dibandingkan dengan raihan Rp 82,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga tecermin pada laba operasional yang naik menjadi Rp 233,80 miliar dari sebelumnya Rp 110,11 miliar.
Fungsi intermediasi perbankan juga terus berjalan optimal. Penyaluran kredit BWS hingga akhir Juni 2026 tercatat menembus Rp40,34 triliun. Ekspansi kredit tersebut diimbangi dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kuat, yakni mencapai Rp29,46 triliun.
Baca Juga
Menakar Prospek Saham DSSA Jelang Beroperasinya Data Center SMX01 Investasi US$ 300 Juta
Selain permodalan, indikator likuiditas BWS tergolong sangat sehat. Hal ini terlihat dari rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang mencapai 235,83% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 108,82%. Kedua indikator ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan Juni 2025, di mana LCR saat itu berada di 140,30% dan NSFR 105,47%.
Menanggapi solidnya fundamental BWS, Analis Ajaib Sekuritas Alvin Timothy menilai bahwa tingginya CAR memberikan bantalan yang sangat baik bagi perseroan untuk menghadapi potensi tekanan, sekaligus memberikan ruang untuk menjalankan strategi bisnis yang terukur.
Menurut Alvin, dalam kondisi ekonomi dan pasar keuangan yang bergerak dinamis, kekuatan modal memberikan BWS fleksibilitas ekstra dalam mengelola pertumbuhan kredit, menjaga kualitas aset, dan memenuhi kebutuhan likuiditas.
Baca Juga
BWS Dorong Transaksi Ritel Digital, Kolaborasi dengan OVO, GoPay, dan DANA
“CAR BWS yang berada di atas rata-rata industri memberikan ruang bagi perseroan untuk menyerap potensi risiko sekaligus menjaga kesinambungan bisnis. Dengan dukungan modal inti yang kuat, BWS memiliki fleksibilitas untuk mengembangkan usaha secara selektif,” ujar Alvin.
Kendati demikian, Alvin mengingatkan bahwa kekuatan modal tersebut harus tetap dibarengi dengan operasional yang terukur. "Penyaluran kredit, kualitas aset, dan likuiditas tetap harus dikelola secara disiplin dengan penerapan manajemen risiko yang konsisten, agar pertumbuhan bisnis tidak meningkatkan profil risiko secara berlebihan dan tetap sehat," tutupnya.

