Pembiayaan Investasi Multifinance Turun 5,33% Jadi Rp 167,89 Triliun pada Juni 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pembiayaan investasi yang disalurkan perusahaan pembiayaan atau multifinance mengalami kontraksi pada Juni 2026. Pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp167,89 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan, kontraksi pembiayaan investasi antara lain dipengaruhi kecenderungan pelaku usaha yang lebih selektif dalam melakukan belanja modal di tengah dinamika perekonomian.
“Pada Juni 2026, pembiayaan investasi oleh perusahaan pembiayaan terkontraksi 5,33% secara year on year (yoy) menjadi Rp167,89 triliun,” ujar Agusman dalam jawaban tertulis, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga
Pembiayaan Kendaraan Multifinance Diprediksi Masih Prospektif, Ini Faktor Pendorongnya
Menurut Agusman, sikap pelaku usaha yang lebih selektif dalam melakukan belanja modal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kontraksi pembiayaan investasi multifinance.
Di tengah kontraksi pembiayaan investasi, sejumlah segmen pembiayaan multifinance masih mencatatkan pertumbuhan positif.
Pembiayaan modal kerja pada Juni 2026 tumbuh 6,36% secara yoy menjadi Rp54,26 triliun. Sementara itu, pembiayaan multiguna tumbuh 5,59% secara yoy menjadi Rp255,87 triliun.
Secara keseluruhan, OJK mencatat piutang pembiayaan yang disalurkan industri multifinance tumbuh 1,88% secara yoy menjadi Rp511,26 triliun pada Juni 2026.
Risiko Terjaga
Sejalan dengan pertumbuhan piutang pembiayaan, profil risiko perusahaan pembiayaan tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) yang berada di bawah batas maksimum sebesar 5%.
Baca Juga
Tumbuh 1,88%, Multifinance Salurkan Piutang Pembiayaan Rp 511,26 Triliun di Semester I 2026
“Profil risiko perusahaan pembiayaan ini terjaga, dengan rasio NPF gross tercatat sebesar 3,01% dan NPF net sebesar 0,81%,” kata Agusman.
Sementara itu, gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat 2,14 kali pada Juni 2026. Rasio tersebut masih berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.

