OJK Siapkan Ekosistem Terintegrasi untuk Perkuat Pembiayaan UMKM, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan strategi untuk memperkuat akses pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pembentukan ekosistem terintegrasi bersama kementerian dan lembaga terkait.
Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah OJK Ayahandayani K mengatakan, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyaluran pembiayaan sekaligus mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan.
Baca Juga
Astra Financial Targets $125 Million Auto Financing Surge at GIIAS 2026
"Kita akan mencoba membentuk suatu ekosistem yang terintegrasi dengan seluruh kementerian ataupun lembaga yang terkait. Dan juga bagaimana kita mendukung agar kebijakan-kebijakan terkait dengan pembiayaan kepada UMKM ini menjadi suatu kebijakan yang terintegrasi," kata Ayahandayani dalam Seminar Beyond Banking: Memperluas Ekosistem Terintegrasi dari Konsumen hingga Solopreneur yang digelar investortrust.id di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Menurut dia, kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyaluran pembiayaan UMKM secara berkelanjutan dari sisi sektor ekonomi. Selain itu, OJK juga ingin mendorong pelaku UMKM berkembang dari skala mikro menjadi usaha yang lebih besar.
"Dan juga, bagaimana kita dapat mendorong UMKM itu untuk naik kelas dari usaha mikro dan kemudian juga tentunya dapat kita dorong menjadi kelompok yang lebih besar lagi," ujarnya.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Melesat 1,51%, Saham Emiten Prajogo Jadi Motor Penggerak
Untuk mendukung target tersebut, OJK akan mendorong lembaga jasa keuangan (LJK), termasuk perbankan, agar memperluas pembiayaan kepada UMKM melalui berbagai model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
"Untuk itu kita akan mendorong lembaga jasa keuangan untuk dapat mendukung bagaimana pembiayaan kepada UMKM. Kami juga akan memberikan model-model bisnis yang lain yang sesuai bagi UMKM sehingga kita dapat mendorong terutama perbankan yang saat ini mungkin tingkat penyaluran kredit atau pembiayaannya masih cukup rendah," ucap Ayahandayani.
Menurut dia, pembiayaan saja tidak cukup untuk memperkuat daya saing UMKM. Karena itu, perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan perluasan pasar, peningkatan kualitas produk, penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta pendampingan bagi pelaku usaha. "Perluasan akses keuangan itu juga harus diiringi dengan perluasan pasar dan juga peningkatan kualitas dari UMKM itu sendiri," tuturnya.
