Kementerian Ekonomi Kreatif Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat DSC Season 16
JAKARTA, investortrust.id - JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatifmenyatakan bahwa meningkatkan pelaku usaha atau pelaku industri di sektor-sektor yang beririsan dengan pariwisata merupakan salah satu cara untuk membuat industri itu naik kelas.
Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kementrian Ekonomi Kreatif Hanifah Makarim mengungkapkan, pariwisata adalah sektor yang multi-sektor. Sehingga, menurut Hanifah, pihaknya tidak bisa berdiri sendiri.
"Pertama tentunya dengan destinasi. Bagaimana di destinasi tersebut, banyak wirausaha yang sudah mapan. Kemudian dengan ekraf (ekonomi kreatif), bagaimana di daerah tersebut, ekonomi kreatifnya menarik untuk wisatawan datang ke lokasi tersebut. Dan tentunya destinasinya sendiri apakah menarik untuk didatangi atau tidak," ujar Hanifah dalam acara Diplomat Success Challenge (DSC) Season 16 di Hallf Patiunus, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Sejalan dengan hal itu, Hanifah menuturkan bahwa yang paling penting adalah kolaborasi. Dikatakan Hanifah, kolaborasi pertama yang perlu dilakukan adalah sinergi sumber daya dan keahlian.
Baca Juga
Kementerian Pariwisata Lakukan 3 Langkah Strategis Tangani Isu Tambang Nikel di Raja Ampat
"Bapak ibu pelaku usaha, entrepreneur, yang saya yakin sudah bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun berkecimpung di dunia usaha, sudah tahu apa sih masalahnya di usaha kuliner misalnya. Usaha fashion seperti apa dan industri-industri lainnya," ungkap Hanifah.
Lebih lanjut, Hanifah menyebut, untuk meningkatkan pelaku usaha yang mikro bisa naik kelas menjadi kecil, kecil ke menengah menengah ke besar, dan bahkan bisa go global, maka langkah pertama yang dilakukan pihaknya pada tahun 2025 ini adalah melalui DSC Season 16.
"Nah disini kami dimulai dengan tahun ini kita bisa bekerja sama dengan DSC, dan kita juga mengundang bapak ibu yang lain apabila kemungkinan kita bisa berkolaborasi," kata Hanifah.
DSC adalah program kompetisi kewirausahaan terbesar di Indonesia yang telah memasuki tahun ke-16, dengan komitmen untuk mendukung pertumbuhan wirausaha muda melalui hibah, edukasi, pendampingan, dan jaringan. Program inkubasi kewirausahaan terbesar di Indonesia ini kembali hadir dengan membawa semangat baru dan komitmen untuk menciptakan peluang-peluang usaha baru yang bisa berdampak kepada masyarakat.
DSC Season 16 tahun 2025 hadir ditengah dinamika kondisi perekonomian Indonesia yang mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87% jika dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebesar 5,11%. Lesunya pertumbuhan ekonomi Indonesia ini menjadi salah satu faktor terjadinya banyak PHK yang terjadi sejak awal tahun 2025 ini.
Oleh karenaitu, DSC Season 16 berkomitmen untuk menciptakan solusi bagi tantanganekonomi Indonesia saat ini. Kolaborasi DSC dengan banyak pihak eksternal merupakan sebuah inisiasi untuk menjawab tantangan ekonomi Indonesia saat ini. Dengan kata lain, DSC berkomitmen untuk menjadi penggerak bagi munculnya kolaborasi dan dampak dari sektor ekonomi dan usaha dalam negeri.
Selain menjadi ajang kompetisi usaha dengan total hibah sebesar Rp 2,5 miliar, DSC Season 16 juga akan menghadirkan para coach berpengalaman seperti M.Jupaka (Serialpreneur), Andanu Prasetyo (CEO of Maka Group, Founder TokoKopi Tuku), Nilamsari (Founder Kebab Turki Baba Rafi, CEO PT Nava Sari Kreasi), dan Arief Budiman (CEO Agrindo). Mereka hadir untuk mendampingi perjalanan para Challengers dan DEN dalam peran mereka sebagai Incubator Master.

