IHSG Sesi I Ditutup Melesat 1,51%, Saham Emiten Prajogo Jadi Motor Penggerak
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (23/7/2026), ditutup melambung sebanyak 95,67 poin (1,51%) menjadi 6.430,15. Pergerakan indeks rentang 6.334-6.437 dengan nilai transaksi Rp 11,47 triliun.
Kenaikan sejalan dengan penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor energi melesat 4,37%, sektor industry 2,36%, sektor material dsar 2,71%, sektor konsumer non primer 2,21%, sektor property 4,46%, sektor infrastruktur 1,58%, dan sektor konsumer primer 1,02%.
Baca Juga
Sedangkan saham penyumbang utama lompatan IHSG sesi I berasal dari kenaikan pesat saham emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA, BRPT, BREN, CUAN, PTRO, hingga CDIA. Kenaikan juga didukung penguatan saham emiten Bakrie, seperti BUMI, DEWA, BNBR, hingga BRMS.
Beberapa saham dengan kenaikan harga paling pesat sesi I hari ini, yaitu saham MLPT naik 24,92% menjadi Rp 2.030, ZATA naik 20,90% menjadi Rp 81, ENAK naik 20,49% menjadi Rp 294, MPRO naik 19,65% menjadi Rp 13.850, MDIA naik 19,23% menjadi Rp 124, dan KMTR menguat 17,39% menjadi Rp 270.
Kemarin, IHSG ditutup berbalik melemah tipis 5,54 poin (0,09%) menjadi 6.334 dipicu aksi ambil untung setelah terjadi kenaikan hampir Sembilan hari beruntun. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 920,23 miliar, sehingga total net sell sepanjang tahun berjalan telah mencapai Rp 76,50 miliar.
Baca Juga
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga mengesankan, seperti ZATA naik 34% menjadi Rp 67, SWID naik 28,26% menjadi Rp 118, MDIA menguat 26,83% menjadi Rp 104, dan ALDO melesat 25% menjadi Rp 720 dan MLPT naik 25% menjadi Rp 1.625.
Kenaikan indeks didukung atas penguatan sejumlah saham dengan penyumbang terbesar saham AMMN dengan kenaikan 6,98%, DSSA melesat 15,34%, BBRI naik 1,66%, BRMS naik 7,83%, dan BREN menguat 4,17%. Penguatan juga ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, material dasar, property, teknologi, infrastruktur, dan industry.
