Asuransi Astra Andalkan Diversifikasi Bisnis di Tengah Tekanan Daya Beli dan Lesunya Pasar Otomotif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Asuransi Astra mengandalkan strategi diversifikasi portofolio bisnis di tengah pelemahan daya beli masyarakat, hingga perlambatan industri otomotif nasional.
Presiden Direktur Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus mengatakan, perusahaan masih optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan hingga akhir tahun meskipun sejumlah segmen bisnis menghadapi tantangan akibat kondisi makroekonomi yang dinamis.
"Kami tetap mengharapkan pertumbuhan. Salah satu kekuatan Asuransi Astra adalah diversifikasi bisnis yang terus kami lakukan sehingga dapat menjaga relevansi dan pertumbuhan perusahaan dari waktu ke waktu," ujar Maximiliaan dalam Media Conference #TujuhDekadeAsuransiAstra, di kantor barunya di Arumaya Financial Center, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, bisnis asuransi kendaraan bermotor yang selama ini menjadi kontributor utama pendapatan masih berada dalam tekanan seiring belum pulihnya penjualan kendaraan nasional ke level normal sebelum pandemi.
"Sampai saat ini asuransi kendaraan bermotor, terutama roda empat, masih berada dalam tekanan. Penjualan kendaraan nasional juga belum kembali ke level normal," katanya.
Baca Juga
Berdasarkan portofolio pendapatan perusahaan, sekitar 35% kontribusi premi berasal dari asuransi kendaraan bermotor. Sementara itu, sekitar 40%-42% berasal dari lini asuransi komersial, terutama properti dan bisnis korporasi. Adapun kontribusi asuransi kesehatan berada di kisaran 20%-22%.
Maximiliaan mengatakan, komposisi tersebut diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan sepanjang tahun ini. Menurutnya, diversifikasi yang telah dibangun selama ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kinerja perusahaan ketika salah satu segmen mengalami tekanan.
Di sisi lain, perkembangan ekonomi global dan domestik juga menjadi perhatian perusahaan. Apalagi, kenaikan suku bunga dapat berdampak terhadap inflasi dan menekan konsumsi masyarakat, termasuk permintaan kendaraan bermotor yang sebagian besar ditopang pembiayaan kredit.
"Ketika daya beli tertekan, salah satu sektor yang terdampak adalah permintaan kendaraan bermotor, khususnya yang didorong oleh kredit. Karena itu, industri asuransi kendaraan juga ikut merasakan dampaknya," kata ia.
Baca Juga
Asuransi Astra Kasih Tips Antisipasi Banjir dan Ingatkan Pentingnya Proteksi
Meski menghadapi berbagai tantangan, Asuransi Astra menegaskan tetap fokus pada pertumbuhan organik. Perusahaan melihat peluang bisnis masih terbuka lebar di segmen kendaraan bermotor, asuransi komersial, maupun asuransi kesehatan.
"Kami masih fokus pada organic growth. Peluang di ketiga lini bisnis utama kami masih cukup besar sehingga menjadi modal untuk terus mendorong pertumbuhan ke depan," ujar Maximiliaan.
Di sisi lain, Maximiliaan juga memastikan Asuransi Astra siap mematuhi ketentuan regulator terkait kewajiban pemisahan (spin off) unit usaha syariah yang dijadwalkan pada akhir tahun ini.
"Kami menyiapkan segala sesuatunya dan akan comply terhadap aturan yang berlaku. Kami juga akan mendukung upaya regulator maupun perkembangan industri syariah ke depan," katanya.

