Menperin Imbau Industri Komponen Otomotif Tak Lakukan PHK di Tengah Lesunya Penjualan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta produsen komponen otomotif tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) meskipun penjualan mobil konvensional menurun dan tidak mencapai angka 1 juta unit.
“Saya selalu minta agar tidak ada PHK. Walaupun kita sedang menghadapi kondisi yang cukup menantang, jangan sampai ada pemutusan kerja,” ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil domestik pada 2024 hanya mencapai 865 ribu unit, turun dari 1,2 juta unit pada 2014. Tren ini berlanjut pada 2025, di mana hingga Juli penjualan turun 10% menjadi 453 ribu unit.
Baca Juga
Dilematis, Pengamat Sebut Industri Otomotif Sedang Hadapi Tekanan Ganda
Agus menjelaskan, meski penjualan dalam negeri melemah, ekspor industri otomotif justru meningkat. Sepanjang 2025, ekspor komponen otomotif tercatat mencapai 400 ribu hingga 500 ribu unit. Karena itu, ia meminta para prinsipal otomotif untuk tidak hanya berinvestasi di Indonesia, tetapi juga memperluas basis produksi di dalam negeri.
“Saya selalu minta komitmen mereka untuk memperluas pasar otomotif dari Indonesia. Jika melihat data, pertumbuhan pasarnya luar biasa,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menilai penurunan penjualan mobil dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat dan tingginya pajak kendaraan non-BEV (battery electric vehicle). Menurutnya, tidak semua mobil dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi mendapatkan insentif, sementara pemerintah lebih banyak memberikan insentif bagi BEV impor untuk menarik investasi.
“Kehadiran BEV impor menekan produksi mobil dengan TKDN tinggi yang mencapai 80–90%. Akibatnya, keseimbangan industri terganggu,” jelas Kukuh.
Ia menambahkan, sejumlah perusahaan komponen otomotif mulai terdampak karena suplai ke pabrikan menurun. “Untungnya masih ada pasar ekspor, sehingga industri tetap berjalan. Namun sebagian perusahaan sudah melakukan PHK,” ujarnya.

