Lewat 4 Jurus Ini, Bank Mandiri Komit Perkuat ESG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memperkuat implementasi dari prinsip environmental, social, and governance (ESG), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memiliki empat strategi yang menjadi fokus utama di tahun ini.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengungkapkan, strategi pertama adalah penguatan tata kelola ESG melalui kebijakan dan regulasi internal yang semakin komprehensif.
“Kami memperkuat fondasi governance dengan memperkuat berbagai kebijakan utama yang menjadi rujukan praktek ESG di Bank Mandiri, termasuk peluncuran 12 stand alone policy overview yang dapat diakses publik melalui website kami,” ujarnya, dalam Paparan Kinerja Kuartal IV 2025 Bank Mandiri secara daring, Kamis (5/2/2025).
Strategi kedua, lanjut Henry, memperkuat integrasi ESG ke dalam proses bisnis, khususnya melalui kebijakan pembiayaan dan engagement kepada nasabah.
Ia memastikan bahwa ESG bukan hanya komitmen internal semata, tapi juga menjadi bagian dari cara bank berkode saham BMRI ini menyalurkan pembiayaan secara bertanggung jawab.
“Hal ini dilakukan melalui penguatan manajemen resiko, melalui kebijakan sektoral dan environmental and social risk management,” kata Henry.
Baca Juga
Strategi ketiga, Bank Mandiri memperkuat aspek sosial melalui peningkatan perlindungan konsumen, pembangunan human capital, perluasan akses keuangan, serta penguatan privasi dan keamanan data.
“Upaya ini didukung oleh penyempurnaan kebijakan, penguatan mekanisme pengaduan nasabah, peningkatan literasi keuangan, digitalisasi layanan yang aman, serta penerapan budaya kerja yang inklusif,” ucap Henry.
Terakhir, Bank Mandiri juga meningkatkan kualitas transparansi dan pelaporan keberlanjutan sesuai global best practice, di mana dengan terus memperkuat pelaporan keberlanjutan yang mengacu pada aturan internasional.
“Dengan fondasi tata kelola dan transparansi yang kuat, Bank Mandiri optimis memperkuat perannya sebagai katalis transformasi keberlanjutan sekaligus menjaga kepercayaan dari seluruh stakeholder,” ujar Henry.
Baca Juga
Bank Mandiri Setor Dividen Rp 225 Triliun dalam 25 Tahun, Pajak Rp 277 Triliun
Di sisi bersamaan, lanjut dia, pipeline kredit berkelanjutan Bank Mandiri di 2026 juga diprediksi akan terus tumbuh secara konsisten, sejalan dengan pertumbuhan total kredit secara keseluruhan.
“Posisi Bank Mandiri sebagai market leader dalam green financing memberikan landasan yang kuat untuk mempertahankan posisi tersebut sebagai pangsa pasar terbesar, sekaligus memperluas pembiayaan ke sektor-sektor transisi,” kata Henry.
Menurutnya, pertumbuhan pipeline kredit berkelanjutan bank berkode saham BMRI ini didorong berbagai katalis strategis, khususnya integrasi pembiayaan dengan program prioritas pemerintah dan kebutuhan transisi ekonomi nasional yang fokus pada beberapa proyek.
Antara lain, proyek ketahanan energi dan energi terbarukan. Henry melihat peluang besar dalam pembiayaan proyek-proyek pembangkit terbarukan yang selaras dengan arah kebijakan nasional melalui Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
“Kedua, pengembangan proyek waste to energy, seiring meningkatnya kebutuhan pengelolaan sampah nasional. Waste to energy menjadi infrastruktur hijau yang strategis,” ucap Henry.
Bank Mandiri, kata dia, juga mendukung pembiayaan sektor ini sebagai solusi lingkungan, transisi menuju energi bersih, sekaligus mendorong ekonomi sirkuler melalui pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam rantai pengelolaan sampah.
“Ketiga, proyek perumahan inklusif melalui program FLPP. Pemerintah yang mendorong akses perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi bagian penting dari pipeline kredit berkelanjutan di Bank Mandiri,” ujar Henry.
Katalis terakhir, yaitu penguatan UMKM ekonomi inklusif. Di sisi bersamaan, Bank Mandiri juga memperkuat pembiayaan program kredit usaha mikro (KUR) dan pembiayaan mikro produktif lainnya sebagai tulang punggung ekonomi nasional untuk mendorong produktivitas dan memperkuat akses pembiayaan.
“Dalam fokus pembiayaan hijau, transisi dan pemberdayaan UMKM, Bank Mandiri terus memperkuat perannya sebagai pemimpin pembiayaan berkelanjutan di Indonesia,” kata Henry.
Hingga akhir 2025, total pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp 316 triliun, tumbuh 8% dibanding periode yang sama 2024 yaitu Rp 166 triliun.
Jika di breakdown, jumlah tersebut terdiri dari pembiayaan hijau (green financing) sebesar RP 166 triliun dan pembiayaan sosial mencapai Rp 150 triliun.

