Pama dan Astra Lahirkan Lembaga Pengembangan Bisnis ke-11 untuk UMKM Kalimantan
Poin Penting
|
BERAU, Investortrust.id - PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak usaha PT United Tractor Tbk (UNTR) entitas Astra di sektor jasa pertambangan, bersama Yayasan Astra-Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) meresmikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) PAMA Bakat Batiwakkal di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Inisiatif ini kolaborasi strategis untuk memperkuat kemandirian usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
LPB PAMA Bakat Batiwakkal merupakan LPB ke-11 hasil kemitraan Astra dan PAMA sejak kolaborasi pertama pada 2003.
Peluncuran LPB ini dilatarbelakangi komitmen PAMA dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini merupakan kelanjutan kolaborasi antara PAMA dan Yayasan Astra yang telah berhasil mengembangkan UMKM di berbagai daerah tambang.
Direktur PT Pamapersada Nusantara Abdul Nasir Maksum menegaskan, kehadiran LPB PAMA Bakat Batiwakkal bukan hanya menjadi pusat pelatihan dan pendampingan, tetapi juga wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal. “LPB PAMA Bakat Batiwakkal bukan sekadar lembaga pelatihan dan pendampingan, tetapi wadah kolaborasi yang menciptakan ekosistem mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan,” ujar Nasir dalam keterangannya, Sabtu (25/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa kata “Bakat” mencerminkan potensi masyarakat Berau, sementara “Batiwakkal” berasal dari bahasa daerah yang berarti usaha yang dilakukan dengan rida Tuhan. “Jika digabung, artinya adalah mengembangkan bakat masyarakat dengan semangat batiwakkal untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Baca Juga
RUPS-LB Astra Otoparts (AUTO) Angkat Komisaris Independen Baru
LPB ke-11 Astra dan PAMA, Dekat dengan IKN
Sekretaris Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra Ema Poedjiwati menuturkan bahwa LPB PAMA Bakat Batiwakkal merupakan LPB ke-11 hasil kemitraan Astra dan PAMA sejak kolaborasi pertama pada 2003 melalui LPB AdaroPama di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Hingga kini, 10 LPB yang telah berjalan rata-rata membina 220 UMKM per lokasi dan menghasilkan 72 UMKM mandiri.
“Kehadiran LPB di Berau, area strategis yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), merupakan bukti kontribusi nyata Astra dalam memperkuat ekonomi masyarakat lokal di sekitar wilayah operasional PAMA,” kata Ema.
Program pembinaan di Berau akan berfokus pada empat sektor utama, madu kelulut, olahan makanan ringan, biji kakao, dan tenun tradisional. Berdasarkan hasil asesmen, sektor biji kakao berpotensi menjadi unggulan karena memiliki jumlah petani besar, usaha berkelanjutan, dan pasar yang stabil.
Pada tahap awal 15 bulan, program akan menitikberatkan pada peningkatan kapasitas dasar UMKM, khususnya di aspek pemasaran dan keuangan. LPB menargetkan dapat mencetak 20 UMKM mandiri hingga 2029, melalui tahapan pembinaan bertingkat, mulai penguatan mentalitas dasar hingga kesiapan ekspor dan integrasi ke rantai pasok industri besar.
Kolaborasi ini turut menggandeng Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Poltek Simas Berau sebagai mitra keahlian. Selain itu, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Berau menjadi bagian penting agar program sejalan dengan arah pembangunan daerah.
Baca Juga
Penjualan Mobil Astra (ASII) Rebound 9,7% di September, Saham ASII Layak Dipertahankan Beli
“Kami dari Diskoperindag menyambut baik program LPB ini karena mampu mentransformasikan pelaku usaha dari sektor informal menjadi formal, meningkatkan daya saing, dan memperkuat basis ekonomi lokal,” ujar perwakilan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Berau, Nova Dwi Sapta.
Sejak 2015, Yayasan Astra telah mencatat capaian 1.425 UMKM naik kelas dan 384 UMKM mandiri. LPB PAMA Bakat Batiwakkal diharapkan menambah deretan kisah sukses baru dari Kalimantan Timur.

