Edu-Agrowisata hingga Mina Padi, Kilang Pertamina Perkuat Ekonomi Desa
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kilang Pertamina Internasional (KPI) memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di bidang pertanian. Program ini mengedepankan inovasi dan pemberdayaan komunitas di sekitar wilayah operasi kilang untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, menjelaskan bahwa setidaknya empat unit operasi KPI aktif menggelar program TJSL pertanian. "Program tersebut, meliputi pengelolaan lahan gambut, pengembangan edu-agrowisata, pertanian terintegrasi, hingga pemberdayaan masyarakat adat," kata dia dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025).
Di wilayah operasi Dumai dan Sungai Pakning, Kilang Dumai memprakarsai program “Tuah Gambut Bersemi, Kampung Baru Berdikari” yang memanfaatkan lahan gambut tak produktif menjadi lahan hortikultura.
Baca Juga
ESDM Ungkap Penyebab 26 Kilang Global Bakal Ditutup, Indonesia Aman?
KPI juga menjalankan program “Pertanian Tuah Jaya” dan “Edu-Agrowisata Buah Mekar Sejati” yang mengajarkan praktik pertanian ramah lingkungan sekaligus menghadirkan destinasi wisata edukatif. Program ini juga membantu mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan dengan memberikan nilai ekonomi pada lahan gambut.
Selain itu, Kilang Plaju mengembangkan program “Mina Padi – Optimalisasi Lahan Pertanian Terintegrasi & Mandiri Energi” yang memadukan usaha tani padi dan budi daya ikan. Program ini mendukung praktik produksi berkelanjutan sekaligus membantu masyarakat Desa Sungai Rebo meningkatkan pendapatan.
Di sisi timur, Kilang Kasim menjalankan program “Pengembangan Kampung Malabam” yang mencakup pertanian berkelanjutan, pengolahan limbah organik, reaktivasi rumah baca, dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Menurut Milla, pendekatan ini dibuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat adat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Hingga September 2025, program TJSL KPI telah memberikan dampak nyata. Milla menyebut penerima manfaat langsung mencapai sekitar 150 orang, sementara penerima manfaat tidak langsung sekitar 1.400 orang.
Baca Juga
Bikin Bangga! Kilang Pertamina Berjaya pada Ajang CSR Internasional di India
“Dengan pendekatan inklusif berbasis potensi lokal, KPI membuktikan bahwa industri energi dapat bersinergi dengan sektor pertanian untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan,” ujar Milla.
Program TJSL KPI sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan PBB, termasuk menghapus kemiskinan, mengakhiri kelaparan, menciptakan kehidupan sehat dan sejahtera, serta menangani perubahan iklim.
KPI berharap rangkaian program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, mendorong ekonomi lokal, dan menjaga ekosistem daratan di sekitar area operasi kilang.

