Saham Minna Padi (PADI) Menuju Rp 150, Faktor Ini Jadi Pendukung
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) berpotensi bangkit menuju Rp 150 dalam waktu dekat, seiring dengan peluang keluarnya saham ini dari papan pemantaun khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Peluang keluar dari PPK ditunjukkan keberhasilan saham PADI bertengger di atsa level Rp 50 terhitung sejak 6 Agustus atau telah lebih dari sebulan. Begitu juga dengan volume perdagangan telah mengalami peningkatan pesat dalam sebulan terakhir, dibandingkan beberapa bulan lalu.
Baca Juga
IHSG Cenderung Naik Didorong Bank, Tiga Saham Dipimpin BBTN Layak Dilirik Hari Ini
Kebangkitan saham PADI juga didukung sejumlah aksi korporasi besar yang tengah digarap, seperti rencanan penambahan modal dengan menerbitkan sebanyak 2,26 miliar saham baru. Aksi ini akan dilaksankan setelah mendapatkan restu pemegang saham pada 17 September 2025.
Dana hasil rights issue tersebut diakui manajemen akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi keuangan perseroan, karena penggunaan dana untuk modal kerja perseroan. Dengan demikian, rights issue dapat memberikan manfaat bagi Perseroan yakni memperkuat permodalan, yang akan berdampak positif bagi operasional PADI dan nilai tambah bagi pemegang saham.
Baca Juga
Rp 200 Triliun Segera Masuk Perbankan, Bank Mandiri Siap Genjot Kredit Besar-besaran
Peluang penguatan harga saham PADI juga didukung rencana PT Sentosa Bersama Mitra (SBM) yang akan menggelar tender sekarela sebanyak 565,36 juta saham PADI dengan harga pelaksanaan Rp 14 per saham. Tender sukarela ini bertujuan sebagai investasi bagi SBM didukung rekam jejak PADI yang baik.
Sedangkan dari sisi kinerja keuangan, Minna Padi (PADI) berhasil memperbaiki kinerja keuangan dengan total pendapatan mencapai Rp 12,18 miliar pada semester I-2025, dibandingkan rugi usaha mencapai Rp 22,17 miliar periode sama tahun lalu. PADI juga berhasil membalikkan rugi bersih tahun berjalan dari Rp 30,96 miliar menjadi laba bersih tahun berjalan Rp 2,99 miliar.

