ESDM Ungkap Penyebab 26 Kilang Global Bakal Ditutup, Indonesia Aman?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, penutupan 26 kilang minyak di sejumlah negara yang diprediksi bakal terjadi hingga 2030 dikarenakan dunia mulai beralih kepada transisi energi.
Sebaga contoh, dia menyebut China yang jumlah kendaraan listriknya semakin berkembang. Masyarakat Negeri Tirai Bambu mulai meninggalkan kendaraan berbasis energi fosil, sehingga kebutuhan minyak di negara mereka berkurang.
Baca Juga
Kilang Pertamina Ambil Alih 14% Saham Patra SK dari SK Enmove Korea
“Seperti di China, itu kan mereka populasi kendaraan listrik, ya termasuk kendaraan pribadi, angkutan umum, sampai angkutan berat, juga shipping, itu kan mereka sudah menggunakan baterai,” kata Yuliot saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Dia memaparkan, lebih 50% kendaraan di China sudah menggunakan baterai. Menurutnya, hal ini bisa dilihat dari SPBU di China, yakni lebih 60% tutup. “Jadi kan kita melihat ini karena ada perubahan penggunaan energi, mungkin itu dampaknya terhadap kilang-kilang secara global,” ucap mantan Wakil Menteri Investasi tersebut.
Sementara itu, untuk kondisi kilang minyak di Indonesia, Yuliot memandang masih cukup aman. Sebab, kebutuhan minyak masih cukup tinggi dengan kebutuhan BBM mencapai 1,5 juta barrel oil per day (BOPD).
Baca Juga
Hadirkan Efek Berganda untuk Ekonomi, Kilang Pertamina Terapkan TKDN dan Gandeng Vendor Lokal
“Untuk kebutuhan BBM itu 1 hari kan masih sekitar 1,5 juta barel. Ini kan ada yang diolah di dalam kilang dalam negeri, ada yang berasal dari impor. Jadi ini kita lihat, ini bagaimana optimalisasi kilang yang ada dalam negeri,” sebut Yuliot.

