Dorong Transisi Ekonomi Berkelanjutan, BSI Dukung Sinergi Pembiayaan Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mendukung transisi ekonomi berkelanjutan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi pembiayaan hijau.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengungkapkan, percepatan pembiayaan hijau dan inklusif menjadi kebutuhan strategis untuk melindungi lingkungan hidup, mendorong pertumbuhan ekonomi merata, menjaga daya saing nasional, serta memperkuat peran Indonesia dalam menghadapi krisis iklim global.
“Tanpa transformasi sistem keuangan menuju arah yang lebih hijau, berbagai upaya mitigasi dan adaptasi tidak akan memberikan hasil yang optimal,” ujarnya, dalam keterangan pers, Sabtu (9/8/2025).
Baca Juga
BSI Catat Lonjakan Transaksi Pembelian Emas hingga 441% di Semester I 2025
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kata Bob, potensi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim diperkirakan mencapai Rp 100 triliun per tahun, dan dapat menurunkan produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 40% pada tahun 2048.
Selain itu, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menyumbang sekitar 60% PDB nasional dan menyerap 97% tenaga kerja masih menghadapi tantangan besar dalam transisi ekonomi hijau, termasuk minimnya akses pembiayaan berkelanjutan.
Baca Juga
Didorong 2 Faktor Ini, Pembiayaan EV di BSI Tumbuh 64,88% per Juni 2025
Oleh karena itu, BSI bersama anggota Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) dan BI mendorong penguatan pembiayaan hijau melalui sinergi lintas sektor dan edukasi publik.
“BSI sangat mendukung penguatan sinergi pembiayaan hijau untuk mendorong transisi ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Dalam implementasinya, BSI terus memperkuat penerapan ESG (environmental, social, and governance) dalam bisnis serta operasional bank,” kata Bob.
“BSI juga mendorong pembiayaan hijau sebagai pilar strategis untuk mewujudkan transisi ekonomi berkelanjutan,” sambung dia.
Hingga triwulan I 2025, BSI telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 72,6 triliun atau 25,6% dari total portofolio, yang terdiri dari green financing Rp 14,6 triliun dan social financing Rp 58 triliun. Pembiayaan hijau difokuskan pada sektor energi terbarukan, transportasi bersih, pengelolaan air dan limbah berkelanjutan, serta produk ramah lingkungan.
Tahun ini, BSI juga menerbitkan Sustainability Sukuk tahap II senilai Rp 5 triliun sebagai bentuk dukungan terhadap pembiayaan hijau dan UMKM. Per Maret 2025, pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp 52,5 triliun atau tumbuh 12,63% secara tahunan.

