Lewat 3 Pilar Berkelanjutan Ini, Bank Mandiri Dorong Transisi Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berkomitmen untuk menjadi Indonesia Sustainability Champion melalui tiga pilar strategis, yaitu sustainable banking, sustainable operations, dan sustainable partnerships.
VP ESG Communication Bank Mandiri Adam Zahir mengungkapkan, pihaknya telah mengintegrasikan aspek environmental, social, and governance (ESG) ke dalam seluruh proses bisnis, khususnya dalam penyaluran pembiayaan.
“Di sini komit untuk lead Indonesia transition menuju ekonomi rendah karbon. Kita punya banyak sekali inisiatif mulai dari integrating ESG aspek ke dalam bisnis proses,” ujarnya dalam Investortrust Green Energy Summit (IGES) 2025, di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga
“Tentu ini menjadi penting karena kalau kita hanya bicara ESG di level diskusi atau strategi tidak mungkin akan transform, tidak akan mungkin merubah kalau tidak di integrate ke dalam bisnis proses,” sambung Adam.
Ia mengatakan, hingga Juni 2025, Bank Mandiri mencatat portofolio berkelanjutan mencapai Rp 304 triliun. Dari jumlah tersebut, portofolio hijau mencapai Rp 157,5 triliun atau menguasai pangsa lebih dari 35%. Capaian ini tumbuh 13%, mengungguli rata-rata industri sebesar 7,77%.
Selain itu, lanjut Adam, Bank Mandiri juga mencatat peningkatan portofolio sosial sebesar 5,9%. Berbagai produk hijau telah diluncurkan, mulai dari obligasi berkelanjutan, ESG Repo, hingga penerbitan green bond tahap kedua senilai Rp 5 triliun.
“Kami mendorong agar pembiayaan hijau ini terus meningkat, tidak hanya di wholesale tapi juga di ritel. Jadi kami lengkapi dengan green mortgage, EV financing, dan juga fitur campaign untuk mengukur emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas kita sehari-hari,” katanya.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 60%, Ada Opsi Interim?
Di pilar sustainable operations, kata Adam, Bank Mandiri komit untuk menerapkan net zero emission (NZE) dari sisi operasional pada 2030. Perseroan telah menggunakan panel surya, mengoperasikan stasiun pengisian kendaraan listrik, hingga membangun gedung ramah lingkungan bersertifikasi.
“Kami memiliki digital carbon tracking yang memberikan data update terkait dengan emisi masing-masing kantor cabang, kantor wilayah di seluruh Indonesia. Jadi untuk pengukuran base lining-nya ini dapat kami track secara akurat, dan secara year on year (yoy) ini terus menunjukkan penurunan,” ucapnya.
Bank Mandiri juga menekankan inklusivitas dalam operasionalnya. Saat ini, 52% dari total pegawai merupakan perempuan. Selain itu, keamanan data nasabah terus diperkuat dengan catatan zero data breach.
Sementara pilar ketiga, bank berkode saham BMRI ini berupaya memperluas dukungan terhadap segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lewat aplikasi Livin Merchant. Platform ini dirancang untuk membantu UMKM, termasuk yang sebelumnya unbankable, agar lebih mudah mengakses layanan perbankan dan naik kelas.
“Kami juga membekali mereka dengan prinsip-prinsip keuangan untuk mendukung penjualan dan tujuannya agar mereka bisa naik kelas. Sehingga bisa lebih bankable, dan bisa achieve target dari pertumbuhan UMKM yang ditetapkan,” ujar Adam.

