BSI Catat Lonjakan Transaksi Pembelian Emas hingga 441% di Semester I 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bisnis bank emas atau bullion bank milik PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) terus mencatatkan kinerja impresif sejak diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari lalu. Sepanjang kuartal II 2025, transaksi pembelian emas BSI melonjak 441% secara year on year (yoy).
SVP Corporate Secretary & Communication BSI Wisnu Sunandar mengungkapkan, sebagai satu-satunya bank di Indonesia yang mengantongi izin resmi layanan bank emas, BSI mencatat total pembelian emas sebanyak 693 kilogram, dengan jumlah transaksi mencapai 238.000 kali.
“Potensi bullion bank ini sangat besar, sekarang tinggal bagaimana demand perlu ditingkatkan. Karena, emas mendukung daya tahan moneter dan fiskal sebuah negara, sekaligus wealth protector untuk masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (7/8/2025).
Baca Juga
Lonjakan transaksi ini, lanjut Wisnu, tak lepas dari persepsi masyarakat terhadap emas sebagai aset yang aman (safe haven), terutama dalam situasi ekonomi yang tak menentu. Untuk itu, BSI kini fokus memperkuat inklusi layanan bank emas, baik secara fisik maupun digital.
“BSI memiliki BYOND by BSI, di mana masyarakat bisa membeli emas dengan harga kompetitif dan bisa diakses kapanpun, serta dimulai dari 0,1 gram. BSI juga bekerja sama untuk membuat BSI Gold,” katanya.
“Menurut kami yang perlu diperkuat adalah inklusinya, karena emas sudah dipakai sejak dulu jadi membeli emas bukan hal yang asing lagi di masyarakat dan bank emas bisa memfasilitasi masyarakat untuk membeli emas dalam jumlah kecil,” sambung Wisnu.
Ia menyatakan, peningkatan layanan bank emas BSI juga sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat sistem keuangan nasional berbasis syariah. Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin sempat mengatakan bahwa hadirnya bullion bank menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin menabung emas secara bertahap.
“Emas jadi simpanan dan jaminan dalam mengatur sistem keuangan kita. Ini akan memperkuat keuangan dan kita sudah memulai era ekonomi syariah dan menghidupkan muamalah yang sempat hilang,” ucap Wisnu.
Baca Juga
Harga Emas Terkoreksi, Pasar Cermati Manuver Trump untuk Kursi The Fed
Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyatakan dukungan terhadap pengembangan bank emas nasional. Ie menyebut BSI sebagai pionir yang akan membuka jalan bagi Indonesia menjadi pusat bullion bank dunia.
“Saya pernah sampaikan ke Pak Muliaman D Hadad waktu masih menjadi Komisaris Utama BSI dan Kiai Ma’ruf Amin waktu menjadi wakil presiden, bahwa bullion adalah alternatif kuat untuk memperkuat sistem syariah kita. Ini pintu masuk paling rasional untuk memperkuat sistem syariah,” ujar Wisnu.

