Tak Mau NZE 2060 Hanya Jadi 'Omon-Omon', Pemerintah Targetkan Emisi Wajib Turun Mulai 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah membuat peta jalan (road map) untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Salah satu target jangka menengah yang wajib dicapai adalah penurunan emisi karbon mulai 2030. Alhasil, target NZE 2060 benar-benar riil, bukan cuma omon-omon alias omong kosong belaka.
Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyebutkan, sekarang sampai 2030 adalah masa-masa paling krusial. Sebab, ini akan menjadi masa-masa transisi energi, di mana Indonesia harus mulai beralih dari energi kotor ke energi bersih.
Baca Juga
Energi Surya di Atas Kilang Balikpapan! Pertamina Pacu NZE Lewat PLTS Atap 2,5 MWp
Pada masa transisi ini, menurut Eniya, pemerintah masih memberikan toleransi terhadap sejumlah hal, seperti penambahan pembangkit listrik berbasis batu bara yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, mengingat pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) juga baru mulai masif dikembangkan. Namun setelah 2030, emisi wajib turun.
“Ini yang sering tidak banyak disadari bahwa sekarang itu emisinya masih naik. Tetapi, dalam perencanaan 2030 ke sana harus turun. Kalau nggak turun, ya NZE 2060 nggak jadi. NZE 2060 jadi omon-omon saja ini nanti,” kata Eniya dalam seminar yang berlangsung Kdi Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Dia menjelaskan, agar NZE 2060 terwujud, semua sektor harus mulai berbenah pada masa transisi ini, bukan hanya dari ketenagalistrikan saja. Misalnya dengan memperkenalkan transportasi hijau dan penggunaan bahan bakar nabati (BBN), selain elektrifikasi kendaraan.
Eniya Listiani memaparkan, terkait dengan bioenergi, penggunaan yang paling besar berasal dari sektor industri dan transportasi. Kedua sektor itu juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi serta akan berpengaruh besar terhadap penurunan emisi.
Baca Juga
Tak Terpengaruh AS, Pemerintah Tegaskan Komitmen Capai NZE 2060
“Jadi, kita ingin tekankan bahwa bioenergi itu memang sangat-sangat diperlukan,” tegas dia.
Untuk kebijakan bioenergi sendiri, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah mendapatkan amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong hal tersebut. Pasalnya, penggunaan bioenergi akan mampu mewujudkan swasembada energi yang masuk Asta Cita.
“Kebijakan bioenergi itu sudah jelas untuk meng-exsplore natural resources agar kita maju di bidang energi dan mampu berswasembada energi. Bapak (Bahlil) selalu berpesan agar mengangkat swasembada energi ini menjadi satu hasil yang kelihatan,” tutur Eniya.

