Puncak Emisi RI Mundur ke 2035, ESDM Akui Butuh 'Effort' Lebih Besar Wujudkan NZE 2060
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan puncak emisi (peak emission) Indonesia mengalami kemunduran 5 tahun. Pada awalnya, puncak emisi ditargetkan tercapai pada 2030, tetapi kini harus mundur ke 2035.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi tidak memungkiri mundurnya puncak emisi ini akan membuat Indonesia perlu usaha jauh lebih keras untuk bisa mewujudkan net zero emission (NZE) 2060.
“Pada saat kita semua sepakat untuk net zero emission tahun 2060, dengan berat hati kami laporkan bahwa peak emission agak bergeser ke 2035,” ungkap Eniya dalam Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2025, Senin (6/10/2025).
Baca Juga
Penambahan Produksi OPEC+ Lebih Kecil dari Perkiraan, Harga Minyak Melonjak
Dia menyebut, pergeseran tersebut akan dilaporkan melalui Second Nationally Determined Contribution (NDC) pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP) mendatang. Menurutnya, dengan pergeseran ini akan menjadi pekerjaan rumah (PR) besar ke depannya.
“Upaya kita memang harus sangat cepat dan kita harus berkolaborasi dengan international, dan saat ini kita mengadopsi kalau kita ingin menurunkan emisi, kita mengadopsi berbagai teknologi. Nah berbagai teknologi itu kita put in the charge,” jelas Eniya.
Kendati demikian, Eniya menyampaikan bahwa kabar baiknya adalah Indonesia dianugerahi dengan potensi enrgi baru dan terbarukan yang berlimpah. Dia membeberkan bahwa negara-negara di Eropa hanya punya satu atau dua sumber pemanfaatan EBT, sedangkan Indonesia memiliki kekayaan air, angin, solar, hingga panas bumi (geotermal).
Sebagai upaya menuju transisi energi, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 10 Tahun 2025 tentang Peta Jalan (Road Map) Transisi Energi Sektor Ketenagalistrikan. Dalam aturan tersebut tercantum juga program pensiun dini PLTU.
Baca Juga
BPI Danantara Fokus Kembangkan EBT dan Transformasikan Limbah Jadi Energi
“Jadi ini menjadi road map. Energi transisi kita ini menjadi satu road map yang harus kita pegang bahwa semua resource kita bisa dimanfaatkan untuk menurunkan emisi,” tegas Eniya.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat melimpah, yakni mencapai 3.687 gigawatt (GW). Namun, sejauh ini yang baru termanfaatkan hanya 15,2 gigawatt (GW) alias 0,4%.

